Menteri PPPA Minta Maaf Soal Polemik Pindah Posisi Gerbong Wanita
Esti setiyowati
Kamis, 30 April 2026 - 10:46 WIB
Menteri PPPA Minta Maaf Soal Polemik Pindah Posisi Gerbong Wanita. Foto: Instagram/arifah.fauzi
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi buka suara atas polemik pindah posisi gerbong khusus wanita di rangkaian kereta.
Dalam video unggahan, Arifah Fauzi meminta maaf atas pernyataannya yang dinilai kurang tepat pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Jawa Barat.
Baca juga: Pindah Posisi Gerbong Wanita Bukan Solusi, Pakar Bongkar Akar Masalah Transportasi Publik
"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu.
Ia menekankan bahwa keselamatan seluruh masyarakat merupakan prioritas utama, tanpa memandang jenis kelamin.
"Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka," kata Arifah Fauzi.
Ia pun meluruskan pernyataan sebelumnya tentang posisi gerbong wanita. Arifah Fauzi mengatakan bahwa usulannya itu bukan untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya.
Dalam video unggahan, Arifah Fauzi meminta maaf atas pernyataannya yang dinilai kurang tepat pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Jawa Barat.
Baca juga: Pindah Posisi Gerbong Wanita Bukan Solusi, Pakar Bongkar Akar Masalah Transportasi Publik
"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Rabu.
Ia menekankan bahwa keselamatan seluruh masyarakat merupakan prioritas utama, tanpa memandang jenis kelamin.
"Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka," kata Arifah Fauzi.
Ia pun meluruskan pernyataan sebelumnya tentang posisi gerbong wanita. Arifah Fauzi mengatakan bahwa usulannya itu bukan untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya.