Bukan Hanya Satu Dua, 13 Pesantren di Jabar Terjebak Modus 'Dapur MBG' Palsu, Kerugian Ratusan Juta
Tim langit 7
Ahad, 03 Mei 2026 - 14:05 WIB
Bukan Hanya Satu Dua, 13 Pesantren di Jabar Terjebak Modus 'Dapur MBG' Palsu, Kerugian Ratusan Juta
LANGIT7.ID-Jakarta; Mimpi para pengasuh pondok pesantren di Jawa Barat untuk ikut menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berubah menjadi mimpi buruk. Alih-alih menjadi mitra resmi, mereka justru terjerat utang dan kehilangan puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Pada Kamis (30/4/2026), 13 orang kiai dan gus berbondong-bondong mendatangi Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (LBH PP GP Ansor) di Jakarta. Bukan untuk silaturahmi biasa, melainkan untuk melaporkan dugaan penipuan besar-besaran yang mengatasnamakan program dapur MBG.
Dari pengakuan para korban, terungkap pola yang nyaris identik. Sebuah oknum yang mengaku sebagai "Koperasi Santri Nusantara (Kopsantara)" atau "Dapur Santri Nusantara (DSN)" mendatangi pesantren dengan janji manis: membantu pesantren menjadi mitra resmi Badan Gizi Nasional (BGN).
Syaratnya jelas:
1. Pesantren harus punya lahan minimal 400 meter persegi.
2. Membayar biaya pendaftaran sekitar Rp1,5 juta.
3. Menandatangani perjanjian commitment fee.
Pada Kamis (30/4/2026), 13 orang kiai dan gus berbondong-bondong mendatangi Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (LBH PP GP Ansor) di Jakarta. Bukan untuk silaturahmi biasa, melainkan untuk melaporkan dugaan penipuan besar-besaran yang mengatasnamakan program dapur MBG.
Dari pengakuan para korban, terungkap pola yang nyaris identik. Sebuah oknum yang mengaku sebagai "Koperasi Santri Nusantara (Kopsantara)" atau "Dapur Santri Nusantara (DSN)" mendatangi pesantren dengan janji manis: membantu pesantren menjadi mitra resmi Badan Gizi Nasional (BGN).
Syaratnya jelas:
1. Pesantren harus punya lahan minimal 400 meter persegi.
2. Membayar biaya pendaftaran sekitar Rp1,5 juta.
3. Menandatangani perjanjian commitment fee.