home global news

Nakes Butuh Vaksin Booster, Antibodi Menurun usai 7 Bulan Lalu Divaksin

Kamis, 15 Juli 2021 - 07:01 WIB
Ilustrasi tenaga medis kelelahan. Foto: Antara
Penyuntikan booster vaksin kepada tenaga kesehatan (nakes) mendapat dukungan positif. Selain berada di garda terdepan penanganan wabah Covid-19, para nakes menjadi kelompok pertama penerima vaksin yang digelar Januari 2021 yang mungkin antibodi mereka menurun.

Ketua Tim Uji Klinis Vaksinasi Covid-19 dari Universitas Padjadjaran Kusnandi Rusmil mengatakan, nakes sangat membutuhkan booster karena terjadi penurunan antibodi. "Jadi pas sekali kalau mau disuntik ulang sekarang, memang kadar zat antinya menurut saya dalam enam bulan setelah suntikan kedua sudah menurun, jadi memang harus diimunisasi lagi," kata Kusnandi dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (15/7/2021).

Vaksin Moderna, kata dia, juga terbukti efektif hingga 72 persen terhadap varian Delta yang kini tengah merebak di Indonesia. Sementara, Sinovac belum melakukan studi serupa terhadap varian tersebut.

Sementara, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga mengklaim, penggabungan jenis vaksin Sinovac dan Moderna akan membuat tubuh lebih tahan terhadap varian Covid-19 yang ada. Pemerintah juga mempertimbangkan munculnya kasus-kasus infeksi pada tenaga kesehatan, termasuk yang telah divaksin dua kali. Mengingat, keberadaan nakes sangat dibutuhkan di tengah lonjakan Covid-19 yang melanda saat ini.

Terbatas untuk tenaga kesehatan

Menkes Budi menegaskan, kebijakan memberikan dosis ketiga vaksin sejauh ini berlaku hanya bagi nakes. Pasalnya, belum seluruh penduduk Indonesia menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 di tengah terbatasnya suplai vaksin di dunia.

"Ini sensitif juga, dosisnya belum rakyat semua punya. Jadi kita ini hanya berikan untuk tenaga kesehatan dulu, supaya mereka bisa kita proteksi, agar mereka bisa lebih tahan menghadapi gelombang orang (penderita Covid-19) yang masuk ini," ungkapnya dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Selasa (13/7/2021).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
platform adenovirus platform inaktivasi platform mrna moderna tenaga medis
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya