home masjid

Menggali Hakikat Insan: Pandangan Al-Quran tentang Manusia dan Dimensi Spiritualnya

Rabu, 06 Mei 2026 - 17:30 WIB
Perdebatan antara filsafat materialisme dan pandangan wahyu mengenai manusia terletak pada arah tujuan akhir. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Di tengah pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern, kitab suci sering kali dipinggirkan dari ruang-ruang laboratorium dan perdebatan akademis. Seolah ada jurang pemisah antara wahyu dan sains. Padahal, jika ditelaah lebih dalam, Al-Quran justru memuat fondasi yang sangat kuat mengenai hubungan ilmu dengan eksistensi kehidupan manusia di alam semesta ini.

Apa sebenarnya yang dikatakan Al-Quran tentang manusia? Dalam karyanya yang berjudul Membumikan Al-Quran, Prof. Dr. M. Quraish Shihab menguraikan bahwa manusia adalah entitas yang sangat sentral dalam ajaran Islam. Makhluk ini bahkan menjadi entitas pertama yang disebut dalam rangkaian wahyu pertama, yakni pada Surah Al-Alaq ayat satu hingga lima. Al-Quran memandang manusia bukan sebagai hasil kebetulan dari evolusi acak atau sekadar kumpulan atom materi, melainkan makhluk yang diciptakan untuk mengemban satu tugas penting, yakni sebagai khalifah di bumi. Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 30:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

Wa idz qala rabbuka lil-mala'ikati inni ja'ilun fil-ardhi khalifah.



Artinya
: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.

Al-Quran juga memuji manusia sebagai makhluk yang paling tinggi kapasitasnya, namun pada saat yang sama dapat meluncur ke tempat yang sangat rendah jika mereka melupakan tujuan spiritualnya. Menurut Quraish Shihab, manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, sebagaimana tercantum dalam Surah At-Tin ayat empat:
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya