DPR: Pelandaian Kasus Covid-19 Harus Dipertahankan dengan 5T dan 3T
Ahmad zuhdi
Ahad, 17 Oktober 2021 - 23:35 WIB
Kompleks gedung DPR. Foto: Langit7/iStock
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyinggung rendahnya angka testing Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir, 7-13 Oktober 2021. WHO menyebut proporsi tes positif secara nasional masih di bawah 2 persen atau hanya ada 1 per 1.000 penduduk menjalani tes Covid-19.
Sementara sebelumnya dalam empat pekan terakhir angkanya lebih dari 4:1000 penduduk per pekan. Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mengingatkan agar melandainya kasus konfirmasi positif di Indonesia harus dipertahankan dengan tetap menjaga protokol 5M bagi masyarakat dan 3T bagi pemerintah.
Baca Juga:Pulihkan Pariwisata, Pemkot Makassar Perkuat Sejarah dan Budaya
"Testing untuk mencari kasus positif dari orang yang bergejala bisa jadi menurun seiring menurunnya kasus. Tapi testing untuk mencari kontak erat dan testing acak untuk mencari kasus konfirmasi tidak boleh kendur karena angka konfirmasi harian kita masih ada, bukan 0," kata Mufida dalam keterangannya, Sabtu (16/10/2021).
Dia juga mengingatkan potensi gelombang ketiga yang diprediksi bisa terjadi pada akhir tahun seiring pelonggaran pembatasan pada Agustus. Potensi ini harus dicegah secara sungguh sungguh oleh pemerintah.Sementara 3 T menjadi salah satu kunci untuk mengetahui potensi terjadinya kenaikan angka kasus positif.
Ia menyebut tidak mengharapkan adanya gelombang ketiga dengan tetap mempertahankan protokol 5M dan 3T tersebut. Meski begitu, belajar dari hantaman gelombang kedua pada Juni-Juli lalu, perlu disiapkan skenario matang jika terjadi hantaman gelombang ketiga.
Baca Juga:Wapres Sebut Konsep Triple Bottom Line dalam Ekonomi dan Keuangan Syariah
Sementara sebelumnya dalam empat pekan terakhir angkanya lebih dari 4:1000 penduduk per pekan. Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mengingatkan agar melandainya kasus konfirmasi positif di Indonesia harus dipertahankan dengan tetap menjaga protokol 5M bagi masyarakat dan 3T bagi pemerintah.
Baca Juga:Pulihkan Pariwisata, Pemkot Makassar Perkuat Sejarah dan Budaya
"Testing untuk mencari kasus positif dari orang yang bergejala bisa jadi menurun seiring menurunnya kasus. Tapi testing untuk mencari kontak erat dan testing acak untuk mencari kasus konfirmasi tidak boleh kendur karena angka konfirmasi harian kita masih ada, bukan 0," kata Mufida dalam keterangannya, Sabtu (16/10/2021).
Dia juga mengingatkan potensi gelombang ketiga yang diprediksi bisa terjadi pada akhir tahun seiring pelonggaran pembatasan pada Agustus. Potensi ini harus dicegah secara sungguh sungguh oleh pemerintah.Sementara 3 T menjadi salah satu kunci untuk mengetahui potensi terjadinya kenaikan angka kasus positif.
Ia menyebut tidak mengharapkan adanya gelombang ketiga dengan tetap mempertahankan protokol 5M dan 3T tersebut. Meski begitu, belajar dari hantaman gelombang kedua pada Juni-Juli lalu, perlu disiapkan skenario matang jika terjadi hantaman gelombang ketiga.
Baca Juga:Wapres Sebut Konsep Triple Bottom Line dalam Ekonomi dan Keuangan Syariah