Mem-Blockchain-kan 80 000 Koperasi Merah Putih
Tim langit 7
Senin, 11 Mei 2026 - 05:00 WIB
Mem-Blockchain-kan 80 000 Koperasi Merah Putih
Oleh: Prof Dr Bambang Setiaji
LANGIT7.ID-Ide koperasi merah putih 80.000 adalah ide besar, yang bila berhasil akan membawa perubahan besar menuju Government Drive economy suatu tata ekonomi yang dibimbing oleh negara. Gerakan ini menggeser ekonomi yang liberal dan semakin liberal paska reformasi 98 menjadi lebih sosialis lebih mendekati versi pasal 33 UUD. Sosialisme modern di mana pemerintah mengorganisir masyarakat bebas untuk ikut dalam suatu gerakan ekonomi karena daya tarik keputusan yang rasional. Hal mana akan menjadi percampuran yang unik yang selama ini hanya ada di atas kertas dan retorika semata.
Koperasi 80 000 desa berdiri di era puncak teknologi berbasis internet, sangat disayangkan jika hanya menjadi gerakan koperasi biasa mengulang kegagalan masa lalu. Koperasi desa merah putih bisa menjadi rekayasa terbesar dunia jika berhasil dipadukan dengan teknologi berbasis internet, di mana anggota koperasi setidaknya 100 juta orang bisa dikoneksi sedemikian rupa. Teknologi blockchain merupakan teknologi yang memungkinkan mengkoneksikan 100 juta anggota koperasi dengan suatu smart kontrak. Permodalan dan transaksi keuangan adalah faktor kunci untuk mengkoneksi mereka karena setiap gerakan ekonomi adalah gerakan transaksi.
MBG sangat disayangkan berbasis teknologi lama mereplikasi teknologi pertengahan abad lalu dengan melihat praktek MBG di berbagai negara maju. Bisa dibayangkan jika MBG ini berbasis teknologi hantaran masa kini tentu yang dibangun negara maka partisipasi MBG akan sangat luas melibatkan ratusan ribu resto dan warung. Hal ini menandai MBG yang lahir di abad 21 di era puncak teknologi internet sebagai pendatang baru. Negara lain akan studi banding ke Indonesia untuk melihat perpaduan ini.
Baca juga:Kolom Ekonomi Syariah: Sistem Bonus dalam Dilemma Pengupahan Kita
Bila MBG sdh agak terlambat, koperasi merah putih masih terbuka lebar untuk dijadikan Indonesia connected. Apa yang mendorong koneksi ini kepentingan bersama untuk baik memasarkan, bertransaksi, dan memverifikasi. Teknologi blockchain bertugas memverifikasi sehingga koneksi tersebut lebih terjamin. Sebagaimana namanya blockchain adalah connected, block block berkoneksi antar desa dan robot teknologi akan menjembatani tukar menukar. Bisnis tidak lain adalah kelebihan pasok mencari yang memerlukan dan permintaan mencari pemasok terbaik dengan perpaduan kuantitas kualitas dan harga. Pasar besar ini terwujud dalam suatu aplikasi dan blockchain melandasi transaksi tersebut.
Permodalan juga demikian, kelebihan modal suatu desa akan diinvestasikan antar desa yang membutuhkan dan sebaliknya dibimbing oleh teknologi blockchain. Loanable market berbasis robot dan algoritma transaksi besar ini akan sangat efisien dan sekaligus menjadi lompatan teknologi. Desa desa di Jawa yang memiliki kelebihan modal karena tidak terdapat daya serap misalnya bisa diarahkan untuk berinvestasi di koperasi lain misalnya yang sedang mengajukan tambang di luar Jawa. Ekonomi bukan administratif yang dibatasi oleh batas desa, tetapi benar benar Indonesia Connected.
LANGIT7.ID-Ide koperasi merah putih 80.000 adalah ide besar, yang bila berhasil akan membawa perubahan besar menuju Government Drive economy suatu tata ekonomi yang dibimbing oleh negara. Gerakan ini menggeser ekonomi yang liberal dan semakin liberal paska reformasi 98 menjadi lebih sosialis lebih mendekati versi pasal 33 UUD. Sosialisme modern di mana pemerintah mengorganisir masyarakat bebas untuk ikut dalam suatu gerakan ekonomi karena daya tarik keputusan yang rasional. Hal mana akan menjadi percampuran yang unik yang selama ini hanya ada di atas kertas dan retorika semata.
Koperasi 80 000 desa berdiri di era puncak teknologi berbasis internet, sangat disayangkan jika hanya menjadi gerakan koperasi biasa mengulang kegagalan masa lalu. Koperasi desa merah putih bisa menjadi rekayasa terbesar dunia jika berhasil dipadukan dengan teknologi berbasis internet, di mana anggota koperasi setidaknya 100 juta orang bisa dikoneksi sedemikian rupa. Teknologi blockchain merupakan teknologi yang memungkinkan mengkoneksikan 100 juta anggota koperasi dengan suatu smart kontrak. Permodalan dan transaksi keuangan adalah faktor kunci untuk mengkoneksi mereka karena setiap gerakan ekonomi adalah gerakan transaksi.
MBG sangat disayangkan berbasis teknologi lama mereplikasi teknologi pertengahan abad lalu dengan melihat praktek MBG di berbagai negara maju. Bisa dibayangkan jika MBG ini berbasis teknologi hantaran masa kini tentu yang dibangun negara maka partisipasi MBG akan sangat luas melibatkan ratusan ribu resto dan warung. Hal ini menandai MBG yang lahir di abad 21 di era puncak teknologi internet sebagai pendatang baru. Negara lain akan studi banding ke Indonesia untuk melihat perpaduan ini.
Baca juga:Kolom Ekonomi Syariah: Sistem Bonus dalam Dilemma Pengupahan Kita
Bila MBG sdh agak terlambat, koperasi merah putih masih terbuka lebar untuk dijadikan Indonesia connected. Apa yang mendorong koneksi ini kepentingan bersama untuk baik memasarkan, bertransaksi, dan memverifikasi. Teknologi blockchain bertugas memverifikasi sehingga koneksi tersebut lebih terjamin. Sebagaimana namanya blockchain adalah connected, block block berkoneksi antar desa dan robot teknologi akan menjembatani tukar menukar. Bisnis tidak lain adalah kelebihan pasok mencari yang memerlukan dan permintaan mencari pemasok terbaik dengan perpaduan kuantitas kualitas dan harga. Pasar besar ini terwujud dalam suatu aplikasi dan blockchain melandasi transaksi tersebut.
Permodalan juga demikian, kelebihan modal suatu desa akan diinvestasikan antar desa yang membutuhkan dan sebaliknya dibimbing oleh teknologi blockchain. Loanable market berbasis robot dan algoritma transaksi besar ini akan sangat efisien dan sekaligus menjadi lompatan teknologi. Desa desa di Jawa yang memiliki kelebihan modal karena tidak terdapat daya serap misalnya bisa diarahkan untuk berinvestasi di koperasi lain misalnya yang sedang mengajukan tambang di luar Jawa. Ekonomi bukan administratif yang dibatasi oleh batas desa, tetapi benar benar Indonesia Connected.