home wirausaha syariah

Prudential Syariah Cetak Kinerja Positif pada 2025, Pangsa Pasar Capai 22 Persen

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:36 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Prudential Syariah mencatat pertumbuhan kuat sepanjang 2025 dengan lonjakan pada sejumlah indikator bisnis utama, mulai dari kontribusi bruto, bisnis baru, hingga penguatan aset dan tingkat solvabilitas. Kinerja ini sekaligus mempertegas posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah di Indonesia.

Total kontribusi bruto perusahaan mencapai Rp4,2 triliun atau tumbuh 9 persen. Sementara itu, kontribusi bisnis baru melonjak 31 persen menjadi sekitar Rp1 triliun, dengan penguasaan pangsa pasar industri sebesar 22 persen.

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan perusahaan.

“Sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah, komitmen kami jelas: terus menghadirkan perlindungan yang relevan, terjangkau dan senantiasa berinovasi dalam meningkatkan layanan yang didukung oleh teknologi AI terdepan,” ujarnya, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (13/5/2026).

Dari sisi keuangan, Prudential Syariah membukukan total aset sebesar Rp8 triliun, naik 20 persen dibanding periode sebelumnya. Kenaikan ini ditopang strategi portofolio perusahaan dan pengelolaan bisnis yang terarah. Adapun total aset investasi juga tumbuh 17 persen menjadi Rp6 triliun, mencerminkan pengelolaan dana peserta yang optimal.

Ketahanan finansial perusahaan juga terlihat dari tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) yang jauh melampaui batas minimum regulator. RBC Dana Perusahaan tercatat 1.496 persen, sementara RBC Dana Tabarru berada di level 209 persen, menunjukkan kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada peserta secara berkelanjutan.

Di sisi layanan, Prudential Syariah sepanjang 2025 telah menyalurkan santunan klaim dan manfaat senilai Rp2,2 triliun kepada peserta dan keluarga terdampak risiko. Nilai tersebut setara dengan pembayaran sekitar Rp6 miliar per hari.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya