Menag Nasaruddin Minta MES Fokus Berantas Kemiskinan Struktural
Nabil
Senin, 25 Mei 2026 - 10:25 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). (Dok: YouTube Masyarakat Ekonomi Syariah)
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umaryang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menegaskan tantangan terbesar ekonomi syariah di Indonesia bukan sekadar mencatat pertumbuhan statistik, melainkan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama kelompok yang selama ini terjebak dalam kemiskinan struktural.
Dalam pandangannya, keberhasilan ekonomi syariah tak bisa diukur hanya dari besarnya angka industri atau pertumbuhan sektor keuangan syariah, tetapi dari seberapa jauh konsep tersebut mampu mempersempit ketimpangan sosial dan membuka akses bagi masyarakat yang selama ini tertutup dari peluang ekonomi.
"Keberhasilan itu tidak hanya di dalam statistik, tapi seberapa besar keberhasilan itu berdampak di dalam masyarakat," kata Nasaruddin Umar dalam pelantikan pengurus baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dilansir dari YouTube Masyarakat Ekonomi Syariah, Senin (25/5/2026)..
Menurut Nasaruddin, ekonomi syariah sejak awal tidak dirancang hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, termasuk umat Islam semata. Ia menekankan konsep syariah harus menjadi rahmat yang memberi manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga: Ma'ruf Amin: Ekonomi Syariah RI Harus Jadi Nomor Satu Dunia
Ia juga menyoroti gagasan yang muncul dalam kepengurusan baru MES, termasuk target mempercepat masa tunggu masyarakat untuk menabung biaya umrah dari 15 tahun menjadi hanya dua tahun. Bagi Nasaruddin, gagasan seperti itu menunjukkan perlunya langkah konkret yang terukur, bukan sekadar slogan.
"Ekonomi syariah itu adalah untuk membesarkan umat, membesarkan masyarakat," ujarnya.
Dalam pandangannya, keberhasilan ekonomi syariah tak bisa diukur hanya dari besarnya angka industri atau pertumbuhan sektor keuangan syariah, tetapi dari seberapa jauh konsep tersebut mampu mempersempit ketimpangan sosial dan membuka akses bagi masyarakat yang selama ini tertutup dari peluang ekonomi.
"Keberhasilan itu tidak hanya di dalam statistik, tapi seberapa besar keberhasilan itu berdampak di dalam masyarakat," kata Nasaruddin Umar dalam pelantikan pengurus baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dilansir dari YouTube Masyarakat Ekonomi Syariah, Senin (25/5/2026)..
Menurut Nasaruddin, ekonomi syariah sejak awal tidak dirancang hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, termasuk umat Islam semata. Ia menekankan konsep syariah harus menjadi rahmat yang memberi manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga: Ma'ruf Amin: Ekonomi Syariah RI Harus Jadi Nomor Satu Dunia
Ia juga menyoroti gagasan yang muncul dalam kepengurusan baru MES, termasuk target mempercepat masa tunggu masyarakat untuk menabung biaya umrah dari 15 tahun menjadi hanya dua tahun. Bagi Nasaruddin, gagasan seperti itu menunjukkan perlunya langkah konkret yang terukur, bukan sekadar slogan.
"Ekonomi syariah itu adalah untuk membesarkan umat, membesarkan masyarakat," ujarnya.