Sinopsis Children of Heaven Indonesia: Angkat Kisah Haru tentang Keluarga dan Pengorbanan
Esti setiyowati
Kamis, 28 Mei 2026 - 20:09 WIB
Sinopsis Children of Heaven Indonesia: Angkat Kisah Haru tentang Keluarga dan Pengorbanan. Foto: MD Pictures
Film terbaru garapan Hanung Bramantyo berjudul Children of Heavenresmi hadir di bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026. Karya ini merupakan adaptasi dari film legendaris asal Iran berjudul sama yang dirilis pada 1997 dan disutradarai oleh Majid Majidi.
Versi asli Children of Heaven dikenal luas sebagai salah satu film Iran paling sukses dan mendapat apresiasi internasional. Selain meraih pujian dari kritikus, film tersebut juga mencatat kesuksesan secara komersial hingga berhasil masuk nominasi Best Foreign Language Film pada ajang Academy Awards atau Piala Oscar 1998.
Baca juga:Cerita Hanung Bramantyo Beri Jam Kerja Sehat untuk Aktor Anak di Children of Heaven
Sinopsis Children of Heaven (2026) versi Indonesia
Di sudut kota Semarang, Ali (Jared Ali) yang berusia 13 tahun tinggal bersama adiknya, Zahra (Humaira Jahra) berusia 9 tahun, serta kedua orang tua mereka, Karim dan Fatimah, dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas.
Kehidupan sederhana mereka berubah ketika sepatu satu-satunya milik Zahra hilang akibat Ali lupa membawanya pulang setelah singgah di sebuah toko sembako.
Takut mendapat teguran dari orang tua, Ali dan Zahra akhirnya membuat kesepakatan diam-diam. Mereka bergantian memakai sepatu usang milik Ali untuk pergi ke sekolah.
Versi asli Children of Heaven dikenal luas sebagai salah satu film Iran paling sukses dan mendapat apresiasi internasional. Selain meraih pujian dari kritikus, film tersebut juga mencatat kesuksesan secara komersial hingga berhasil masuk nominasi Best Foreign Language Film pada ajang Academy Awards atau Piala Oscar 1998.
Baca juga:Cerita Hanung Bramantyo Beri Jam Kerja Sehat untuk Aktor Anak di Children of Heaven
Sinopsis Children of Heaven (2026) versi Indonesia
Di sudut kota Semarang, Ali (Jared Ali) yang berusia 13 tahun tinggal bersama adiknya, Zahra (Humaira Jahra) berusia 9 tahun, serta kedua orang tua mereka, Karim dan Fatimah, dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas.
Kehidupan sederhana mereka berubah ketika sepatu satu-satunya milik Zahra hilang akibat Ali lupa membawanya pulang setelah singgah di sebuah toko sembako.
Takut mendapat teguran dari orang tua, Ali dan Zahra akhirnya membuat kesepakatan diam-diam. Mereka bergantian memakai sepatu usang milik Ali untuk pergi ke sekolah.