Kolom Ekonomi Syariah: Ekonomi Idul Qurban
Tim langit 7
Selasa, 02 Juni 2026 - 05:00 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Ekonomi Idul Qurban
Prof Dr Bambang Setiaji
LANGIT7.ID-Ketika pengurus sebuah musholla kesulitan mencari partner bertujuh untuk seekor sapi maka itu tanda bahwa ekonomi keluarga jamaah sedang terganggu. Sebaliknya jika jumlah pembayar qurban naik baik berupa peserta arisan sapi bertujuh atau mendiri dengan seekor kambing maka ekonomi keluarga sedang membaik.
Sum up dari keluarga-keluarga ini, karena Islam merupakan mayoritas atau keluarga-keluarga ini dianggap sampel yang sangat memadai dalam ilmu statistik keadaan ekonomi makro juga tergambar.
Jika peserta qurban meningkat hanya 2 persen ekonomi makro bertahan dalam kemunduran.
Dua persen di sini habis untuk mengcover pertambahan angkatan kerja. Atau jumlah jamaah yang makin tambah.
Jika qurban hanya tumbuh dua persen sebenarnya adalah pertumbuhan stagnan mencover pertumbuhan angkatan kerja kita. Bagian daging kurban belum meningkat dari tahun lalu.
Baca juga: Membentengi Rakyat Bawah dan Pedesaan Dari Gejolak Dolar
LANGIT7.ID-Ketika pengurus sebuah musholla kesulitan mencari partner bertujuh untuk seekor sapi maka itu tanda bahwa ekonomi keluarga jamaah sedang terganggu. Sebaliknya jika jumlah pembayar qurban naik baik berupa peserta arisan sapi bertujuh atau mendiri dengan seekor kambing maka ekonomi keluarga sedang membaik.
Sum up dari keluarga-keluarga ini, karena Islam merupakan mayoritas atau keluarga-keluarga ini dianggap sampel yang sangat memadai dalam ilmu statistik keadaan ekonomi makro juga tergambar.
Jika peserta qurban meningkat hanya 2 persen ekonomi makro bertahan dalam kemunduran.
Dua persen di sini habis untuk mengcover pertambahan angkatan kerja. Atau jumlah jamaah yang makin tambah.
Jika qurban hanya tumbuh dua persen sebenarnya adalah pertumbuhan stagnan mencover pertumbuhan angkatan kerja kita. Bagian daging kurban belum meningkat dari tahun lalu.
Baca juga: Membentengi Rakyat Bawah dan Pedesaan Dari Gejolak Dolar