Trump Sebut Kesepakatan Untuk Mengakhiri Perang Dengan Iran Sudah Dekat, Pihak Iran Bilang: Itu Spekilatif
Sururi al faruq
Jum'at, 12 Juni 2026 - 08:39 WIB
Trump Sebut Kesepakatan Untuk Mengakhiri Perang Dengan Iran Sudah Dekat, Pihak Iran Bilang: Itu Spekilatif
LANGIT7.ID-Washington;Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dengan Iran sudah dekat, setelah sebelumnya ia mengumumkan bahwa dirinya membatalkan serangan terhadap negara tersebut.
"Kami baru saja mencapai penyelesaian besar untuk perang dengan Iran," ujarnya kepada wartawan di Ruang Oval pada Kamis.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kepada TV pemerintah bahwa laporan mengenai kesepakatan tersebut masih "spekulatif" dan "belum ada yang final".
Trump telah membuat klaim serupa di masa lalu bahwa kedua negara hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Beberapa jam sebelum pengumuman itu, Trump menyatakan akan menghantam Iran "dengan sangat keras".
AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari. Iran merespons dengan menyerang Israel dan negara-negara sekutu AS di Teluk, serta secara efektif menutup Selat Hormuz—jalur pelayaran utama bagi minyak dunia dan gas alam cair.
Meskipun telah menyepakati gencatan senjata pada bulan April, AS dan Iran tetap saling baku tembak secara sporadis, termasuk dua putaran serangan balasan minggu ini. Pada saat yang sama, Trump juga berulang kali membicarakan prospek kesepakatan dengan Iran.
Setelah pernyataan terbarunya, harga minyak Brent merosot tajam hingga sekitar 89 dolar AS per barel (sekitar Rp1,5 juta), turun 4,4% dalam sehari.
"Kami baru saja mencapai penyelesaian besar untuk perang dengan Iran," ujarnya kepada wartawan di Ruang Oval pada Kamis.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan kepada TV pemerintah bahwa laporan mengenai kesepakatan tersebut masih "spekulatif" dan "belum ada yang final".
Trump telah membuat klaim serupa di masa lalu bahwa kedua negara hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Beberapa jam sebelum pengumuman itu, Trump menyatakan akan menghantam Iran "dengan sangat keras".
AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari. Iran merespons dengan menyerang Israel dan negara-negara sekutu AS di Teluk, serta secara efektif menutup Selat Hormuz—jalur pelayaran utama bagi minyak dunia dan gas alam cair.
Meskipun telah menyepakati gencatan senjata pada bulan April, AS dan Iran tetap saling baku tembak secara sporadis, termasuk dua putaran serangan balasan minggu ini. Pada saat yang sama, Trump juga berulang kali membicarakan prospek kesepakatan dengan Iran.
Setelah pernyataan terbarunya, harga minyak Brent merosot tajam hingga sekitar 89 dolar AS per barel (sekitar Rp1,5 juta), turun 4,4% dalam sehari.