LANGIT7.ID-Jakarta; - Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar Ke-35 NU kian hangat. Hery Haryanto Azumi menjadi salah satu tokoh yang secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk bertarung dalam pemilihan Kepemimpinan PBNU periode mendatang. Perhelatan muktamar tersebut dijadwalkan berlangsung di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2005–2007 ini mulai gencar menjalin silaturahmi dengan berbagai pengasuh pondok pesantren serta jajaran pengurus NU. Ia menegaskan siap mengemban amanah apabila mendapatkan dukungan penuh dari para kiai dan warga Nahdliyin.
"Saya melihat NU sedang mengalami krisis. Terjadi konflik yang berkesinambungan, tetapi NU tidak mampu mengambil peran karena ikut terlibat dalam konflik. Situasi inilah yang melatarbelakangi panggilan untuk ikut cawe-cawe. Teman-teman ISNU, PBNU, hingga PMII juga mendorong hal itu," kata Hery dikutip laman NU Online, Senin (27/7/2026).
Dalam pandangannya, Hery menilai NU membutuhkan penataan ulang manajemen organisasi secara menyeluruh. Perubahan tersebut menurutnya tidak boleh berhenti pada tingkat elite kepemimpinan saja, melainkan wajib melibatkan seluruh elemen jam'iyah agar dapat bergerak searah dalam proses transformasi.
Baca Juga: Gus Yahya Ingatkan Beratnya Amanah Pimpin NU: Jabatan Bukan untuk Dibanggakan"Perubahan tidak sekadar memperbaiki metode persuratan melalui Digdaya. Itu memang bagian dari perubahan, tetapi belum fully merepresentasikan transformasi organisasi yang lebih modern," ujarnya.
Ia juga menyoroti adanya perbedaan karakteristik jam'iyah NU di Pulau Jawa dan luar Jawa. Perbedaan karakter kultural maupun geografis ini dinilainya harus diakomodasi secara cermat dalam proses transformasi tata kelola organisasi.
"Ini menjadi pekerjaan rumah karena transformasi tidak hanya berlangsung selama lima tahun masa kepengurusan. Kita harus melihatnya sebagai perencanaan jangka panjang," katanya.
Mendorong Blueprint 100 Tahun dan Peran GlobalMenurut Hery, arah pembaruan NU untuk satu abad ke depan perlu dituangkan ke dalam sebuah peta jalan atau blueprint yang terukur. Di sisi lain, ia turut memberikan apresiasi atas langkah Ketua Umum PBNU saat ini, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), yang telah membangun fondasi agar NU memiliki posisi tawar di kancah internasional.
"Apa yang dilakukan Gus Yahya dalam membangun platform agar NU berkiprah secara global merupakan langkah yang luar biasa dan harus dilanjutkan dari sisi pandangan strategis. Namun, pertanyaannya, apakah para ulama kita sudah memiliki structured knowledge mengenai krisis global yang dihadapi saat ini?" ungkapnya.
Lebih jauh, Hery mencatat bahwa NU saat ini didukung oleh lebih dari 35 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) yang tersebar di berbagai negara. Keberadaan jaringan diaspora ini dinilainya sebagai aset sosial yang sangat masif untuk memberikan solusi konkret atas dinamika dunia. "Masalahnya, apakah kita sudah terbiasa membicarakan krisis-krisis global itu dalam diskursus internal NU?" katanya.
Baca Juga: Pemidanaan LGBT di Indonesia Bisa Terwujud, Ini Penjelasan Mahfud MDTokoh kelahiran Trenggalek pada 29 April 1977 ini memiliki rekam jejak kepemimpinan yang cukup panjang di lingkungan Nahdliyin. Hery pernah mengemban amanah sebagai Ketua PC PMII Ciputat periode 1999–2000, Ketua Umum PB PMII hasil Kongres XV tahun 2005, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU di era kepemimpinan KH Said Aqil Siradj, hingga Sekretaris Jenderal Majelis Dzikir Hubbul Wathan (MDHW).
Kemunculan nama Hery Haryanto Azumi makin meramaikan bursa calon Ketua Umum PBNU jelang Muktamar Ke-35 NU. Sejumlah figur kuat lainnya juga meramaikan kontestasi ini, seperti petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), serta KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).
(zhd)