Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam dan Perayaannya di Berbagai Negara
Lusi mahgriefie
Senin, 15 Juni 2026 - 08:37 WIB
Pawai Obor menjadi perayaan Tahun Baru Islam yang paling umum dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia.
Tahun Baru Islam sebagai penanda awal kalender Hijriah yang diterapkan berdasarkan peristiwa bersejarah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
Berbeda dengan tahun baru Masehi, Tahun Baru Islam tidak dirayakan dengan pesta atau kembang api melainkan dengan muhasabah (evaluasi diri). Umat Islam menyambutnya dengan refleksi dan amalan ibadah.
Sejarah penanggalan ini dicetuskan oleh Khalifah Umar bin Khattab RA sekira tahun 17 Hijriah atau 638 Masehi. Sebelum itu, umat Islam tidak memiliki sistem penanggalan yang seragam, setiap wilayah menggunakan hitungan tahun yang berbeda.
Kebutuhan akan kalender yang terstandarisasi muncul ketika Umar RA menerima surat tanpa keterangan tahun yang jelas, sehingga sulit menentukan kapan surat itu ditulis.
Maka untuk menyeragamkan sistem administrasi pada masa itu. Peristiwa hijrah dipilih sebagai titik awal karena dianggap sebagai tonggak sejarah di mana umat Islam mulai membangun peradaban yang besar. Dari sinilah diskusi dimulai untuk menetapkan titik awal kalender Islam yang disepakati bersama.
Mengapa Dimulai dari Peristiwa Hijrah?
Beberapa usulan muncul dalam musyawarah para sahabat saat itu. Ada yang mengusulkan dimulai dari tahun kelahiran Rasulullah SAW, ada pula yang mengusulkan dari tahun wafatnya.
Berbeda dengan tahun baru Masehi, Tahun Baru Islam tidak dirayakan dengan pesta atau kembang api melainkan dengan muhasabah (evaluasi diri). Umat Islam menyambutnya dengan refleksi dan amalan ibadah.
Sejarah penanggalan ini dicetuskan oleh Khalifah Umar bin Khattab RA sekira tahun 17 Hijriah atau 638 Masehi. Sebelum itu, umat Islam tidak memiliki sistem penanggalan yang seragam, setiap wilayah menggunakan hitungan tahun yang berbeda.
Kebutuhan akan kalender yang terstandarisasi muncul ketika Umar RA menerima surat tanpa keterangan tahun yang jelas, sehingga sulit menentukan kapan surat itu ditulis.
Maka untuk menyeragamkan sistem administrasi pada masa itu. Peristiwa hijrah dipilih sebagai titik awal karena dianggap sebagai tonggak sejarah di mana umat Islam mulai membangun peradaban yang besar. Dari sinilah diskusi dimulai untuk menetapkan titik awal kalender Islam yang disepakati bersama.
Mengapa Dimulai dari Peristiwa Hijrah?
Beberapa usulan muncul dalam musyawarah para sahabat saat itu. Ada yang mengusulkan dimulai dari tahun kelahiran Rasulullah SAW, ada pula yang mengusulkan dari tahun wafatnya.