Inflasi Medis Indonesia Tertinggi di Asia, Allianz Indonesia Ungkap Biaya Penyakit Jantung Naik 219 Persen dalam 5 Tahun
Nabil
Rabu, 17 Juni 2026 - 18:38 WIB
(Kiri) Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia, Rina Triana dan (Kanan) Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Bayushi Eka Putra. (Dok: Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 17,8 persen pada 2026, menjadikannya yang tertinggi di Asia. Kondisi tersebut mendorong kenaikan biaya layanan kesehatan, lonjakan klaim kesehatan, hingga penyesuaian premi asuransi kesehatan di berbagai perusahaan asuransi.
Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia, Rina Triana, mengatakan angka inflasi medis Indonesia jauh melampaui rata-rata Asia yang berada di level 12,5 persen maupun rata-rata global sebesar 11 persen.
Mengacu pada data MMB Asia Health Trends 2026 yang dipaparkan Allianz, Indonesia menjadi negara dengan proyeksi kenaikan biaya medis tertinggi di kawasan Asia pada tahun ini.
"Indonesia tercatat memiliki angka tertinggi, yaitu 17,8 persen. Jika dibandingkan dengan rata-rata Asia yang berada di angka 12,5 persen, maka Indonesia berada jauh di atas rata-rata," ujar Rina dalam webinar Media Workshop Allianz: Menjaga Keberlanjutan Perlindungan Kesehatan di Tengah Kenaikan Biaya Media, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, kenaikan biaya kesehatan dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya kejadian penyakit, perubahan metode perawatan yang semakin modern, hingga inflasi medis itu sendiri. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga ikut memberi tekanan terhadap harga obat-obatan.
Rina menyebut, berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, harga obat diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 20 persen akibat kondisi tersebut.
Tingginya inflasi medis juga tercermin dari peningkatan klaim kesehatan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) 2025 yang dipaparkan Allianz, rata-rata klaim kesehatan per orang meningkat dari Rp27 juta pada 2023 menjadi Rp48,4 juta pada 2025.
Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia, Rina Triana, mengatakan angka inflasi medis Indonesia jauh melampaui rata-rata Asia yang berada di level 12,5 persen maupun rata-rata global sebesar 11 persen.
Mengacu pada data MMB Asia Health Trends 2026 yang dipaparkan Allianz, Indonesia menjadi negara dengan proyeksi kenaikan biaya medis tertinggi di kawasan Asia pada tahun ini.
"Indonesia tercatat memiliki angka tertinggi, yaitu 17,8 persen. Jika dibandingkan dengan rata-rata Asia yang berada di angka 12,5 persen, maka Indonesia berada jauh di atas rata-rata," ujar Rina dalam webinar Media Workshop Allianz: Menjaga Keberlanjutan Perlindungan Kesehatan di Tengah Kenaikan Biaya Media, Rabu (17/6/2026).
Menurut dia, kenaikan biaya kesehatan dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari meningkatnya kejadian penyakit, perubahan metode perawatan yang semakin modern, hingga inflasi medis itu sendiri. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga ikut memberi tekanan terhadap harga obat-obatan.
Rina menyebut, berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, harga obat diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 10 hingga 20 persen akibat kondisi tersebut.
Tingginya inflasi medis juga tercermin dari peningkatan klaim kesehatan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) 2025 yang dipaparkan Allianz, rata-rata klaim kesehatan per orang meningkat dari Rp27 juta pada 2023 menjadi Rp48,4 juta pada 2025.