Kemendikdasmen Bersama TNI Percepat Rekonstruksi dan Renovasi Sekolah di Aceh
Lusi mahgriefie
Rabu, 24 Juni 2026 - 18:47 WIB
Foto: dok. Kemendikdasmen
Pascabencana hidrometeorologi di Aceh, pemerintah gencar melakukan percepatan upaya pemulihan salah satunya di bidang layanan pendidikan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dan TNI AD memastikan peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan yang aman dan layak meskipun sekolah mereka terdampak bencana.
Saat meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah di Aceh, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pemerintah menargetkan sebagian besar sekolah terdampak dapat kembali digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran TNI AD yang telah bermitra dengan kami dalam proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah-sekolah terdampak bencana," ujarnya mengutip keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).
Menteri menjelaskan bahwa untuk sekolah yang masih menunggu proses pembangunan atau relokasi, Kemendikdasmen telah menyediakan ruang kelas darurat yang lebih representatif agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.
"Mudah-mudahan proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi dapat diselesaikan secepatnya sehingga anak-anak Aceh dapat kembali belajar secara optimal di sekolahnya," katanya.
Baca juga:Kemenag Gelontorkan Rp85 Miliar untuk Bangkitkan Madrasah dan Masjid Terdampak Banjir Aceh
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dan TNI AD memastikan peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan yang aman dan layak meskipun sekolah mereka terdampak bencana.
Saat meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah di Aceh, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pemerintah menargetkan sebagian besar sekolah terdampak dapat kembali digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran TNI AD yang telah bermitra dengan kami dalam proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah-sekolah terdampak bencana," ujarnya mengutip keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).
Menteri menjelaskan bahwa untuk sekolah yang masih menunggu proses pembangunan atau relokasi, Kemendikdasmen telah menyediakan ruang kelas darurat yang lebih representatif agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.
"Mudah-mudahan proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi dapat diselesaikan secepatnya sehingga anak-anak Aceh dapat kembali belajar secara optimal di sekolahnya," katanya.
Baca juga:Kemenag Gelontorkan Rp85 Miliar untuk Bangkitkan Madrasah dan Masjid Terdampak Banjir Aceh