Eropa Dilanda Suhu Panas Ekstrim, Korban Jiwa Terus Bertambah dan Larangan Acara Publik
Lusi mahgriefie
Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:05 WIB
Foto ilustrasi: The National News
Suhu panas ekstrim melanda Eropa bahkan memecahkan rekor di bulan Juni ini. Fenomena tersebut pun terus memakan korban jiwa seperti yang terjadi di Spanyol dan Prancis. Pihak berwenang juga membatalkan konser dan acara publik lainnya karena risiko kesehatan.
Jerman misalnya, tercatat berada pada suhu tertinggi yaitu 41,3 derajat Celsius yang tercatat secara sementara di kota Saarbrücken di bagian barat daya, seberang perbatasan dengan Prancis.
Prancis sendiri menjadi negara yang pekan ini mengalami suhu terpanas selama tiga hari berturut-turut. Meskipun gelombang panas di Prancis telah mencapai puncaknya, Menteri Kesehatan Stéphanie Rist menyatakan bahwa munculnya kasus kematian di rumah menjadi perhatian khusus.
Juru bicara Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Clare Nullis, memperingatkan adanya "dampak besar" terhadap kesehatan, ekosistem, pertanian, dan sektor ketenagakerjaan, seraya mengatakan: "Sayangnya, kita harus terbiasa dengan hal ini." Melansir BBC, Sabtu (27/6/2026).
Gelombang panas mematikan yang melanda Eropa pada bulan Juni telah bergerak perlahan ke arah utara dan timur; ahli prakiraan cuaca Belgia, David Dehenauw, menyebutkan secara tidak resmi bahwa suhu 40 derajat Celsius telah tercatat di Kleine Brogel, dekat perbatasan Belanda.
Baca juga:Heatwave di Asia Tenggara Capai Rekor Tertinggi Tahun Ini
Suhu tertinggi sebesar 39,4 derajat Celsius tercatat di provinsi Limburg, Belanda bagian selatan. Sementara itu, di Inggris, rekor sementara bulan Juni sebesar 37,1 derajat Celsius tercatat di Cavendish, Suffolk.
Jerman misalnya, tercatat berada pada suhu tertinggi yaitu 41,3 derajat Celsius yang tercatat secara sementara di kota Saarbrücken di bagian barat daya, seberang perbatasan dengan Prancis.
Prancis sendiri menjadi negara yang pekan ini mengalami suhu terpanas selama tiga hari berturut-turut. Meskipun gelombang panas di Prancis telah mencapai puncaknya, Menteri Kesehatan Stéphanie Rist menyatakan bahwa munculnya kasus kematian di rumah menjadi perhatian khusus.
Juru bicara Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Clare Nullis, memperingatkan adanya "dampak besar" terhadap kesehatan, ekosistem, pertanian, dan sektor ketenagakerjaan, seraya mengatakan: "Sayangnya, kita harus terbiasa dengan hal ini." Melansir BBC, Sabtu (27/6/2026).
Gelombang panas mematikan yang melanda Eropa pada bulan Juni telah bergerak perlahan ke arah utara dan timur; ahli prakiraan cuaca Belgia, David Dehenauw, menyebutkan secara tidak resmi bahwa suhu 40 derajat Celsius telah tercatat di Kleine Brogel, dekat perbatasan Belanda.
Baca juga:Heatwave di Asia Tenggara Capai Rekor Tertinggi Tahun Ini
Suhu tertinggi sebesar 39,4 derajat Celsius tercatat di provinsi Limburg, Belanda bagian selatan. Sementara itu, di Inggris, rekor sementara bulan Juni sebesar 37,1 derajat Celsius tercatat di Cavendish, Suffolk.