Fenomena Dakwah: Kelembutan yang Menyatukan dan Kekasaran yang Menjauhkan
Ahmad zuhdi
Senin, 06 Juli 2026 - 17:30 WIB
Fenomena Dakwah: Kelembutan yang Menyatukan dan Kekasaran yang Menjauhkan. Foto: Pexels/Muhammad Adil.
Menyampaikan kebaikan memerlukan seni tersendiri. Niat yang baik saja sering kali tidak cukup jika tidak dibersamai dengan cara penyampaian yang benar.
Hal ini disampaikan oleh Dosen IAIPI Bandung,Ustaz Robi Permana dalam Kajian Hamalatul Hadis (Kahadis), Senin (6/7/2026). Dalam kajiannya, ia mengangkat tema penting mengenai bagaimana kelembutan mampu menyatukan hati, sementara kekasaran justru memicu kerenggangan, mengubah niat awal yang ingin memperbaiki menjadi sikap saling membenci.
Baca juga:Menjaga Otoritas Ulama di Era Algoritma: Menakar Peran AI dalam Dakwah
Pembahasan ini bersandar pada sebuah hadis dari Aisyah Ra, di mana Nabi Saw bersabda:
Hal ini disampaikan oleh Dosen IAIPI Bandung,Ustaz Robi Permana dalam Kajian Hamalatul Hadis (Kahadis), Senin (6/7/2026). Dalam kajiannya, ia mengangkat tema penting mengenai bagaimana kelembutan mampu menyatukan hati, sementara kekasaran justru memicu kerenggangan, mengubah niat awal yang ingin memperbaiki menjadi sikap saling membenci.
Baca juga:Menjaga Otoritas Ulama di Era Algoritma: Menakar Peran AI dalam Dakwah
Pembahasan ini bersandar pada sebuah hadis dari Aisyah Ra, di mana Nabi Saw bersabda: