Sering kali manusia menganggap bahwa jalan menuju ridha Allah dan surga-Nya hanya bisa ditempuh melalui amalan-amalan besar yang berat. Padahal, Islam adalah agama yang penuh kemudahan.
Kehidupan seorang Muslim tidak hanya diukur dari kualitas ibadah ritual secara individual, melainkan juga dari sejauh mana kepedulian sosialnya terhadap sesama manusia.
Ghibah merupakan bentuk perampasan hak kemanusiaan (huququl 'ibad). Jika perkara tersebut tidak diselesaikan di dunia, maka kebaikan dan pahala amal saleh milik pelaku ghibah akan diambil untuk diberikan kepada korbannya.
?Selain pahala yang dilipatgandakan, mereka yang teguh memegang kebenaran di tengah kerusakan zaman juga digolongkan sebagai sosok yang asing (ghuraba').
Empat pilar yang disampaikan Rasulullah ini merupakan satu kesatuan utuh yang saling menopang. Keimanan yang benar akan melahirkan kedamaian dan rasa aman.
Menyampaikan kebaikan memerlukan seni tersendiri. Niat yang baik saja sering kali tidak cukup jika tidak dibersamai dengan cara penyampaian yang benar.?
Sebagian orang membungkus dirinya dengan pakaian kesalehan dan tutur kata yang tampak tawadhu, namun di saat bersamaan jari dan lisannya justru gemar menyebarkan aib, memfitnah, serta mengobarkan kebencian di tengah umat.
Menurut pendakwah Ustaz Robi Pernama, seorang santri harus menghormati seorang ulama yang notabanenya juga seorang guru bagi para santri ataupun umat Islam yang belajar mengenai agama.
Sebagai agama yang sempurna, Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia bahkan dari hal yang terkecil, contohnya yakni adab makan. Islam mengatur kehidupan umatnya dengan aturan sebaik-baiknya.
Tindakan tersebut sama halnya seperti menyogok ataupun tindakan suap dalam ranah pekerjaan. Namun dalam segi haram tersebut hanya berlaku saat pelaku melamar pekerjaan dengan ijazah palsu, dan upaya memalsukan ijazah.