Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 06 Juli 2026
home masjid detail berita

Waspada 'Kesombongan Spiritual', Pakaian Alim tapi Lisan Gemar Kobarkan Kebencian

ahmad zuhdi Senin, 06 Juli 2026 - 06:00 WIB
Waspada 'Kesombongan Spiritual', Pakaian Alim tapi Lisan Gemar Kobarkan Kebencian
Ilustrasi kesombongan. Foto: Ist.
LANGIT7.ID, Jakarta,- - ‎Fenomena merasa diri paling suci kini kian marak di tengah masyarakat. Tidak jarang, sebagian orang membungkus dirinya dengan pakaian kesalehan dan tutur kata yang tampak tawadhu, namun di saat bersamaan jari dan lisannya justru gemar menyebarkan aib, memfitnah, serta mengobarkan kebencian di tengah umat.

‎Dosen IAIPI Bandung, Ustaz Robi Permana, memberikan peringatan keras terhadap bahaya 'kesombongan spiritual'. ini. Ia mengingatkan bahwa satu ucapan atau ketikan yang dilepaskan tanpa dipikirkan dampaknya bisa menjadi tiket instan seseorang menuju kebinasaan yang sangat dalam.

Baca juga: RenunganMalam: Menjaga Hati dari Kesombongan yang Tersembunyi

‎"Jangan sepelekan satu kalimat. Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa ada seorang hamba yang mengucapkan satu kalimat tanpa dipikirkan akibatnya, lalu kalimat itu menyebabkannya tergelincir ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat," ujar Ustaz Robi Permana dalam kajian terbarunya, Ahad (5/7/2026).

‎عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ، مَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

‎Merujuk pada syarah hadis tersebut, Ustaz Robi membedah betapa pentingnya menjaga lisan dan jemari bagi setiap muslim, tanpa memandang status sosial maupun tingkat keilmuannya:

‎"Penggunaan kata al-abdu (seorang hamba) dalam hadis menegaskan bahwa ancaman ini berlaku untuk seluruh manusia. Baik orang awam, pejabat, bahkan orang yang berilmu sekalipun bisa tergelincir," jelasnya.

‎Diksi ma yatabayyanu fiha menunjukkan sikap ceroboh yang tidak meneliti sebelum berbicara atau membagikan informasi. Mereka tidak menimbang apakah ucapannya benar atau dusta, membawa maslahat atau mudarat, serta mengundang rida Allah atau justru murka-Nya.

‎Ungkapan 'lebih jauh dari jarak timur dan barat' adalah sebuah kiasan betapa fatalnya dampak dosa lisan. "Cukup dengan satu kalimat provokasi, ghibah, atau adu domba, seseorang bisa jatuh ke dasar neraka," ujarnya.

Baca juga: Kesombongan dan Kedengkian: Dua Penyakit Lama yang Menggerogoti Umat

‎Di era modern, Ustaz Robi Permana menegaskan bahwa esensi 'lisan' kini juga mencakup tulisan, status, dan komentar di media sosial. Ketika seseorang gemar memviralkan aib atau mengadu domba sesama muslim, ia sejatinya sedang membantu menyukseskan misi setan.

‎"Allah SWT menegaskan dalam Surah Al-Maidah ayat 91 bahwa setan itu bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara manusia. Jadi, siapa saja yang memprovokasi perselisihan dan memutus silaturahim, ia sedang berjalan searah dengan agenda setan," tegasnya.

‎Ia juga mengingatkan beberapa larangan tegas dalam Islam yang sering dilanggar demi konten atau eksistensi:

‎1. Melanggar Larangan Ghibah dan Namimah

‎Menggunjing diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang telah mati (QS Al-Hujurat: 12), sedangkan pengadu domba (namimah) diancam tidak akan masuk surga.

‎2. Menolak Tabayyun dan Menyakiti Kaum Mukmin

‎Menyebarkan tuduhan tanpa klarifikasi yang menyakiti hati sesama Muslim dinilai sebagai dosa besar yang nyata (QS Al-Ahzab: 58).

‎3. Lalai Terhadap Pengawasan Malaikat.

‎Sesuai Surah Qaf ayat 18, setiap kata yang terucap dan setiap komentar yang diunggah dicatat secara 'real-time' oleh malaikat pengawas yang selalu siap.

Baca juga: Jauhi Sifat Rendah Diri, Buya Yahya: Minder Adalah Kesombongan yang Tertunda

‎Sebagai penutup, Ustaz Robi mengajak umat Islam untuk mengubah orientasi dalam beragama. Alih-alih sibuk membangun citra kesalehan di media sosial, seorang mukmin sejati seharusnya jauh lebih sibuk menjaga lisannya dan menutupi aib saudaranya.

‎"Rasulullah SAW menjanjikan bahwa barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat," ungkapnya.

‎Ukuran kemuliaan seorang Muslim tidak bisa hanya dihitung dari banyaknya ibadah ritual jika lisannya masih tajam menyakiti orang lain. Sesuai sabda Nabi, muslim yang sejati adalah dia yang mampu menjamin orang lain selamat dan merasa aman dari gangguan lisan serta tangannya.

‎الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

‎"Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya." (HR Bukhari no 10 dan Muslim no 40).

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 06 Juli 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:01
Ashar
15:22
Maghrib
17:54
Isya
19:08
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan