Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 08 September 2026
home masjid detail berita

Begini Etika Pergaulan Santri dan Ulama Menurut Ustaz

Andi Muhammad Jum'at, 21 Oktober 2022 - 18:15 WIB
Begini Etika Pergaulan Santri dan Ulama Menurut Ustaz
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Agama Islam mengajarkan etika ataupun adab-adab tersendiri dalam bergaul. Begipula dengan etika pergaulan antara santri dan ulama yang terjalin, memiliki batas-batas tersendiri agar hubungan antara keduanya tetap terjalin dengan baik.

Menanggapi hal tersebut, menurut pendakwah Ustaz Robi Pernama, seorang santri harus menghormati seorang ulama yang notabanenya juga seorang guru bagi para santri ataupun umat Islam yang belajar mengenai agama.

"Seorang murid wajib taat patuh dan tunduk pada guru, baik dalam ucapan ataupun perbuatan dan menghormati yang lebih dewasa," kata Ustaz Robi saat di wawancara Langit7.id, Jumat (21/10/2022).

Baca Juga: Mahasiswi dari Pesantren Persis Jakarta Ini Berhasil Pertahankan Prestasi

Ustaz Robi mengatakan, dalam etika pergaulan antara santri dan ulama sebaiknya dalam segi takrim saja. Ini merupakan suatu sifat saling menghormati satu sama lain agar hubungan santri dan ulama tetap erat tanpa ada percikan konflik.

Dalam sistem pembelajaran, kata dia, seorang guru atau ulama dapat melakukan pendekatan emosional. Hal ini dilakukan agar mampu masuk ke dalam pendidikan rohani dan keagamaan.

"Kegiatan bisa secara classical atau indivudal, lebih menitikberatkan pada masalah yang terjadi dan pendidikan adab," ujarnya.

Baca Juga: Selain Ilmu Agama, 4 Pesantren Ini Ajarkan Santri Keahlian Agribisnis

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 08 September 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:54
Ashar
15:09
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan