home masjid

Tafsir Al-Baqarah 258-260: Argumen Rasional Nabi Ibrahim Menegakkan Tauhid

Jum'at, 10 Juli 2026 - 05:00 WIB
Tafsir Al-Baqarah 258-260: Argumen Rasional Nabi Ibrahim Menegakkan Tauhid. Foto: Pexels/UMA Media
Fenomena kesyirikan yang terjadi sepanjang sejarah peradaban manusia sering kali berakar dari satu masalah mendasar, yaitu keengganan manusia dalam mengoptimalkan akal pikiran yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT. Hal tersebut ditegaskan oleh Pengurus MUI DKI Jakarta, Ustaz Mohammad Idrus.

Menurutnya, logika yang sehat seharusnya menolak keras penyembahan terhadap objek-objek materi seperti berhala, yang secara esensi tidak memiliki daya dan bahkan diciptakan oleh manusia itu sendiri.

Baca juga:Bahaya Laten Syirik Niat Sebagai Faktor Pembatal Hakiki Aktivitas Ibadah

"Sebuah patung, baik terbuat dari batu maupun kayu, tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan. Bahkan, ia sendiri adalah hasil ciptaan manusia. Bagaimana mungkin ia dianggap Tuhan dan dijadikan sesembahan?," ujar Ustaz Idrus, dikutip Langit7, Kamis (9/7/2026).

Dalam pemaparannya, alumnus doktoral UIN Jakarta ini mengangkat kisah adu argumen yang legendaris antara Nabi Ibrahim AS dan penguasa sombong Babilonia, Raja Namrud. Kisah yang diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 258 ini memperlihatkan bagaimana argumen rasional mampu mematahkan kesombongan seorang penguasa.

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِى حَآجَّ إِبْرَٰهِۦمَ فِى رَبِّهِۦٓ أَنْ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ٱلْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَٰهِۦمُ رَبِّىَ ٱلَّذِى يُحْىِۦ وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا۠ أُحْىِۦ وَأُمِيتُ ۖ قَالَ إِبْرَٰهِۦمُ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَأْتِى بِٱلشَّمْسِ مِنَ ٱلْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ ٱلْمَغْرِبِ فَبُهِتَ ٱلَّذِى كَفَرَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya