home edukasi & pesantren

Paparkan Sejarah Hari Santri, Ketua DDII: Pesantren Didirikan untuk Lahirkan Pejuang

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 07:29 WIB
Ketua Umum Dewan Dawah Islamiyah Indonesia Dr Adian Husaini (foto: rri.co.id)
Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII), Dr. Adian Husaini, menyebut kehadiran pesantren di Indonesia tidak terlepas dari alat perjuangan melawan penjajah. Di Jawa, setelah perang Diponegoro pada 1830 M, gerakan pendirian pesantren di berbagai pelosok terjadi.

“Ketika Belanda menerapkan politik etis, maka tokoh-tokoh Islam melawan penjajahan itu dengan mendirikan lembaga pendidikan Islam,” kata Adian Husaini dalam webinar Peringatan Hari Santri Nasional secara daring, Kamis malam (21/10/2021).

Tokoh yang paling konsisten dalam berusaha memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan melawan penjajah adalah para ulama. Misalnya Syekh Yusuf al-Makassari (1037-1111 H/1627-1629 M). Ulama terkenal ini tidak hanya mengajar dan menulis kitab-kitab keagamaan, tetapi juga memimpin pasukan melawan penjajah Belanda.



Baca Juga: Pesan Gus Mus untuk Santri: Ingat Jati Diri dan Miliki Ruh Dakwah



Pada 1683, setelah Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap, Syekh Yusuf memimpin sekitar 14 ribu pasukan di hampir seluruh daerah Jawa Barat. Menurut satu versi, Syekh Yusuf ditangkap setelah komandan pasukan Belanda, Van Happel, berhasil menyusup ke markas Syekh Yusuf, dengan menyamar sebagai seorang muslim dengan pakaian Arab.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pondok pesantren dewan dakwah hari santri 2021 adian husaini
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya