Ada Banyak Santri di Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo
Muhajirin
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 09:37 WIB
ilustrasi kabinet Indonesia Maju (foto: setkab.go.id)
Ulama dan santri tidak bisa lepas dari kemerdekaan Indonesia. Mereka bahu-membahu melawan penjajahan di Tanah Air, baik secara secara fisik maupun perang pemikiran. Para ulama menjadikan pesantren tak sekadar tempat belajar ilmu agama, namun juga menjadi wadah kaderisasi para pejuang.
22 Oktober tak hanya jadi Peringatan Hari Santri Nasional melalui Keppres No.22/2015. Namun tanggal itu menyimpan sejarah yang menunjukkan perjuangan ulama dan santri mempertahankan kemerdekaan.
22 Oktober merujuk pada Resolusi jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari, yang kala itu tak hanya sekadar Rais Am Nahdlatul Ulama (NU) tapi juga sebagai Ketua Majelis Syuro Masyumi. Masyumi merupakan tempat organisasi Islam berkumpul.
Peran santri menjaga kemerdekaan terus berlanjut sampai hari ini. Setidaknya ada beberapa santri yang berhasil menjadi menteri di kabinet Indonesia Maju yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Hal ini menunjukkan, santri juga bisa menjadi orang penting di republik ini.
1. Wapres KH Ma’ruf Amin
Siapa yang tak kenal KH Ma’ruf Amin. Nama beliau sudah santer di kalangan masyarakat Indonesia. Beliau merupakan alumni dari pesantren legendaris PP Tebuireng di Jombang, Jawa Timur. Ia lulus dari pesantren yang didirikan KH Hasyim Asy’ari itu pada 1961.
KH Ma’ruf Amin tak hanya seorang ulama yang sangat dihormati di Tanah Air, ia juga santri tulen yang yang sudah nyantri dari kecil hingga mendapatkan amanah menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-33 di Jombang pada 2015. Pada 2019 lalu, KH Ma’ruf Amin dipercaya sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Joko Widodo.
22 Oktober tak hanya jadi Peringatan Hari Santri Nasional melalui Keppres No.22/2015. Namun tanggal itu menyimpan sejarah yang menunjukkan perjuangan ulama dan santri mempertahankan kemerdekaan.
22 Oktober merujuk pada Resolusi jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari, yang kala itu tak hanya sekadar Rais Am Nahdlatul Ulama (NU) tapi juga sebagai Ketua Majelis Syuro Masyumi. Masyumi merupakan tempat organisasi Islam berkumpul.
Peran santri menjaga kemerdekaan terus berlanjut sampai hari ini. Setidaknya ada beberapa santri yang berhasil menjadi menteri di kabinet Indonesia Maju yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Hal ini menunjukkan, santri juga bisa menjadi orang penting di republik ini.
1. Wapres KH Ma’ruf Amin
Siapa yang tak kenal KH Ma’ruf Amin. Nama beliau sudah santer di kalangan masyarakat Indonesia. Beliau merupakan alumni dari pesantren legendaris PP Tebuireng di Jombang, Jawa Timur. Ia lulus dari pesantren yang didirikan KH Hasyim Asy’ari itu pada 1961.
KH Ma’ruf Amin tak hanya seorang ulama yang sangat dihormati di Tanah Air, ia juga santri tulen yang yang sudah nyantri dari kecil hingga mendapatkan amanah menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-33 di Jombang pada 2015. Pada 2019 lalu, KH Ma’ruf Amin dipercaya sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Joko Widodo.