home masjid

Tafsir Surat Al Isra Ayat 70: Allah Memuliakan Bani Adam

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:11 WIB
Tafsir Surat Al Isra Ayat 70: Allah Memuliakan Bani Adam
Segala keistimewaan yang melekat pada diri manusia bukanlah sebuah kebetulan, melainkanwujud nyata dari luasnya rahmat Allah SWT. Penegasan tentang bagaimana Allah menempatkan manusia di kedudukan yang sangat mulia tertuang indah dalam Al-Qur'an, tepatnya pada QS. Al-Isra ayat 70:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, dan Kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Dalam ayat tersebut, terdapat kata hamalnahum (Kami angkut mereka). Para ulama tafsir seperti dikutip laman Tafsir Alquran memiliki sudut pandang menarik dalam mengartikan kata ini. Menurut Imam Ar-Razi dalam Mafatih al-Ghaib, Allah memfasilitasi manusia untuk mengarungi daratan dan lautan dengan cara menundukkan kedua alam tersebut. Tujuannya agar manusia bisa mengeksplorasi dan memanfaatkan potensi alam demi keberlangsungan hidup.

Sementara Ibnu 'Asyur dalam At-Tahrir wat Tanwir melihat kata hamala sebagai bentuk ilham atau kecerdasan yang Allah tiupkan kepada manusia. Dengan akal tersebut, manusia mampu menciptakan inovasi berupa moda transportasi untuk menaklukkan daratan dan lautan.

Terkait penggalan ayat wa razaqnahum (Kami beri mereka rezeki), Ibnu Manzur dalam kitab Lisan al-'Arab menegaskan bahwa rezeki adalah murni pemberian dari Allah SWT. Rezeki ini tidak melulu soal materi (dzahir) seperti makanan, pakaian, kekuatan, atau kesehatan fisik. Rezeki juga mencakup hal-hal yang bersifat abstrak atau batin, seperti ketenangan jiwa, pemahaman ilmu, dan kelapangan hati.

Sementara itu, kata at-thayyibat diartikan sebagai segala bentuk kebaikan yang mendatangkan kenikmatan, baik yang diperoleh lewat keringat usaha manusia sendiri maupun yang didapatkan secara cuma-cuma atas kemurahan Allah.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya