Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 16 Juli 2026
home masjid detail berita

Ragam Dosa Besar yang Dilaknat Allah, Salah Satunya Homoseksual

ahmad zuhdi Kamis, 16 Juli 2026 - 08:16 WIB
Ragam Dosa Besar yang Dilaknat Allah, Salah Satunya Homoseksual
LANGIT7.ID-Jakarta; - Islam secara tegas mengatur moralitas dan perilaku manusia agar tetap berada dalam koridor fitrah yang suci. Melalui lisan Nabi Muhammad SAW, umat manusia diperingatkan secara keras untuk menjauhi berbagai tindakan keji yang dapat mengundang murka Allah SWT.

Salah satu peringatan paling keras yang disampaikan Rasulullah SAW adalah mengenai perbuatan menyimpang yang meniru perilaku kaum Nabi Luth, yaitu homoseksual atau yang saat ini dikenal sebagai Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, serta Queer atau Questioning (LGBTQ).

LGBTQ adalah akronim yang mencakup lesbian (perempuan penyuka sesama perempuan), gay (laki-laki penyuka sesama laki-laki), serta biseksual (tertarik pada lebih dari satu gender). Sementara itu, transgender adalah identitas gender yang berbeda dari jenis kelamin lahirnya, sedangkan queer atau questioning menjadi payung bagi orientasi non-heteroseksual sekaligus mereka yang masih mengeksplorasi identitasnya.

Hal ini ditegaskan dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas, di mana Rasulullah SAW bersabda:

لَعَنَ اللهُ مَن ذبَحَ لِغَيرِ اللهِ، لَعَنَ اللهُ مَن غَيَّرَ تُخومَ الأرضِ، ولَعَنَ اللهُ مَن كَمَهَ الأعمى عنِ السَّبيلِ، ولَعَنَ اللهُ مَن سَبَّ والِدَه، ولَعَنَ اللهُ مَن توَلّى غَيرَ مَواليهِ، ولَعَنَ اللهُ مَن عَمِلَ عَمَلَ قَومِ لوطٍ، ولَعَنَ اللهُ مَن عَمِلَ عَمَلَ قَومِ لوطٍ، ولَعَنَ اللهُ مَن عَمِلَ عَمَلَ قَومٍ لوطٍ.

"Allah melaknat orang yang menyembelih demi selain Allah. Allah melaknat orang yang mengubah batas-batas tanah. Allah melaknat orang yang menyesatkan orang buta dari jalan yang benar. Allah melaknat orang yang mencaci maki orang tuanya. Allah melaknat orang yang merujuk nasab/loyalitasnya kepada selain walinya. Dan Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth." (HR Ahmad, Ibnu Hibban, Thabrani, dan Al-Hakam).

Hadis ini bersumber dari jalur salah satu sahabat Nabi, yaitu Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu. Ulama ahli hadis kontemporer, Syaikh Ahmad Syakir meneliti jalur periwayatannya dan menetapkan status sanad hadis ini Sahih. Penilaian ilmiah tersebut dapat ditemukan secara resmi dalam kitab berjudul Takhrij al-Musnad li Syakir pada volume 4 halaman 292.

Para ulama ahli hadis terkemuka telah menghimpun dan mencatat teks hadis ini ke dalam kitab-kitab mereka. Di antaranya Imam Ibnu Hibban dalam kitab Shahih Ibnu Hibban dengan nomor hadis 4417, serta Imam At-Thabrani dalam kitab Al-Mu'jam al-Kabir pada volume 11 halaman 218 dengan nomor hadis 11546. Selain itu, Imam Al-Hakim juga turut mencantumkannya dalam kitab Al-Mustadrak 'ala al-Shahihain pada nomor hadis 8052 dengan sedikit perbedaan redaksi (bi ikhtilafin yasir).

Melalui riwayat tersebut, Rasulullah SAW secara khusus memberikan penekanan yang sangat kuat, bahkan mengulang kalimat peringatannya tentang perbuatan kaum Luth hingga tiga kali. Hal ini dilakukan demi menunjukkan betapa kejinya tindakan mendatangi sesama lelaki demi memuaskan syahwat.

Perbuatan menyimpang ini dikategorikan sebagai tindakan yang mengundang laknat Allah. Arti dari laknat itu sendiri bukanlah perkara sepele, melainkan sebuah kondisi di mana seseorang dijauhkan dan diputus dari rahmat serta kasih sayang Allah SWT. Rasulullah SAW memberikan ancaman ini sebagai peringatan keras agar umat Islam memiliki benteng akhlak yang kokoh dan tidak ikut terjerumus ke dalam lingkaran penyimpangan seksual yang merusak tatanan sosial serta spiritual tersebut.

Namun tidak hanya perkara hubungan sesama jenis saja yang menjadi sorotan. Rasulullah SAW juga merinci beberapa tindakan buruk lainnya yang memiliki konsekuensi serupa, yaitu sama-sama mendatangkan laknat dari Allah. Salah satunya adalah tindakan menyembelih hewan dengan menyebut nama selain Allah, baik diperuntukkan bagi berhala, patung, maupun makhluk lainnya yang disembah selain Dia. Perbuatan ini dinilai sebagai bentuk kesyirikan besar karena telah memalingkan esensi ibadah yang seharusnya hanya ditujukan kepada Sang Khaliq (Pencipta).

Selain itu, Nabi SAW juga melaknat mereka yang berani mengubah batas-batas tanah. Tindakan memindahkan tanda pembatas lahan milik orang lain demi keuntungan pribadi, atau merusak rambu-rambu petunjuk jalan yang dibutuhkan orang banyak, dinilai sebagai bentuk kezaliman nyata yang merugikan sesama manusia.

Begitu pula dengan tindakan menutup mata atau menyesatkan seorang tunanetra dari jalan yang benar. Alih-alih menolong dan menuntun, orang yang dengan sengaja mengelabui atau menjerumuskan orang buta ke jalan yang salah dinilai telah kehilangan rasa kemanusiaan dan empati.

Kemurkaan Allah juga menyasar anak-anak yang berani mencaci maki orang tuanya. Tindakan ini bisa terjadi secara langsung lewat lisan yang kasar, maupun secara tidak langsung ketika seseorang menghina orang tua orang lain, lalu orang tersebut membalas dengan menghina orang tuanya sendiri. Perilaku durhaka ini sangat bertolak belakang dengan perintah Al-Qur'an yang melarang keras seorang anak bahkan sekadar mengucapkan kata 'ah' atau 'uf' kepada ayah dan ibunya.

Dosa lain yang tidak kalah besar dan turut disebutkan adalah perilaku menyimpang menyetubuhi binatang, serta tindakan melepaskan loyalitas atau memutus hubungan nasab dari wali yang sah demi beralih kepada orang lain tanpa hak. Segala bentuk laknat yang disampaikan oleh Nabi SAW ini menjadi peringatan dini sekaligus ancaman yang nyata bagi siapa saja yang meremehkan hukum-hukum Allah.

Di dunia, para pelaku kejahatan moral dan sosial ini tidak hanya dihadapkan pada sanksi hukum berupa takzir atau kewajiban mengganti kerugian materi yang mereka timbulkan, tetapi di akhirat kelak, mereka yang mati dalam keadaan terus-menerus melakukan dosa tersebut tanpa sempat bertobat akan menghadapi siksaan yang sangat pedih. Melalui penjelasan hadis ini, terlihat betapa besarnya kasih sayang Rasulullah SAW yang selalu mengingatkan umatnya agar menjauhi segala bentuk keburukan demi keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 16 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan