home edukasi & pesantren

Wawancara Eksklusif Hidayatullah: Pesantren yang Jadi Ormas Lalu Kelola Ratusan Pesantren

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 11:33 WIB
Ponpes Hidayatullah Pusat di Balikpapan (foto: lpp-hidayatullah.com)
Sejak tahun 2015, setiap 22 Oktober di Indonesia diperingati sebagai hari santri nasional. Hal itu tidak bisa terlepas dari jasa kaum santri dalam upaya mempertahankan kemerdekan Republik Indonesia setelah KH Hasyim Asy’ari mendeklarasikan Resolusi Jihad di tanggal yang sama pada tahun 1945. Santri dan Pesantren, sejak sebelum Indonesia merdeka telah menjadi bagian tak terpisahkan dari republik ini sehingga perannya tak dapat diragukan lagi.

Hari ini, jumlah pesantren dan santri terus bertambah. Ada lebih dari 27 ribu pesantren dengan lebih dari 4 juta santri di Indonesia. Pesantren dan para santri ini dikelola dan terus ditingkatkan kapasitas dan kualitasnya oleh berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Indonesia. Salah satu ormas yang punya perhatian besar terhadap pengembangan pesantren adalah Hidayatullah. Pesantren yang dikelola oleh Hidayatullah tersebar di seluruh nusantara hingga daerah pedalaman.

Hidayatullah awalnya hanya sebuah pondok pesantren yang didirikan pada tahun 1973 oleh KH Abdullah Said. Pesantren Hidayatullah berdiri di atas lahan wakaf seluas 120 hektar di Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur. Mulanya lokasi Gunung Tembak adalah hutan belantara dan rawa-rawa. Memulai dari nol dengan modal seadanya dan santri beberapa orang. Tapi keyakinan, kesabaran dengan kerja keras dan ibadah ikhlas menjadikan Hidayatullah seperti magnet membuat banyak santri dan jamaah berdatangan.

Dalam perkembangannya, KH Abdullah Said mengirimkan santri-santrinya untuk berdakwah ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Di tempat tugas yang baru, para santri Hidayatullah tak sekadar berdakwah, tetapi juga membangun cabang pondok pesantren Hidayatullah yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan.

Pada Musyawarah Nasional (Munas) Pertama Hidayatullah, 9-13 tahun 2000 di Balikpapan. Hidayatullah mengembangkan manajemennya menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) dan menyatakan diri sebagai gerakan dakwah dan perjuangan Islam. Kini Hidayatullah telah mengelola pesantren di 620 titik.

Dalam rangka hari santri nasional 2021, Wartawan LANGIT7.ID Muhajir berkesempatan berbincang dengan Ketua Departemen Kepesantrenan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah sekaligus Mudir Pesantren Hidayatullah Yogyakarta K.H. Syakir Syafi’i. Berikut kutipan wawancaranya:

Bagaimana Hidayatullah memaknai hari santri?
Berita Terkait
Berita Lainnya