home edukasi & pesantren

Mahasiswa Indonesia Tembus Finalis Kompetisi Global IFT FIRST 2026 di AS

Ahad, 19 Juli 2026 - 13:30 WIB
Delegasi mahasiswa Indonesia dari IPB University dan SCU Semarang berhasil lolos seleksi proposal super kompetitif! (Foto: KJRI Chicago)
LANGIT7.ID-Chicago, Amerika Serikat; Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chicago, Amerika Serikat (AS) memberikan dukungan dan fasilitasi penuh kepada delegasi mahasiswa Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa sebagai finalis Developing Solutions for Developing Countries (DSDC) Product Development Competition (15/07). Kompetisi internasional ini merupakan bagian dari rangkaian IFT FIRST Annual Event and Expo 2026 yang berlangsung pada 12–15 Juli 2026 di McCormick Place Convention Center, Chicago.

Delegasi Indonesia terdiri atas mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor dan Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang yang lolos setelah melalui proses seleksi proposal yang sangat kompetitif. Mengutip dari Kemlu.go.id, pada babak final, para mahasiswa mempresentasikan inovasi dan hasil penelitian mereka di hadapan dewan juri internasional serta komunitas ilmu dan teknologi pangan global.

Kompetisi DSDC sendiri diselenggarakan oleh Institute of Food Technologists Student Association (IFTSA) dan disponsori oleh Cargill dengan tujuan mendorong mahasiswa mengembangkan solusi inovatif bagi tantangan ketahanan pangan, nutrisi, dan keberlanjutan di negara berkembang. Pada penyelenggaraan tahun ini, hanya terdapat enam kelompok dari empat negara yang berhasil menembus babak final, yaitu Indonesia, Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.

‘’Dalam ajang ini, mahasiswa IPB University membawa inovasi pemanfaatan limbah pohon sagu untuk dijadikan makanan kemasan papeda guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di Maluku Utara melalui sektor UMKM,’’ begitu pernyataan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Chicago.

Sementara itu, mahasiswa SCU Semarang menghadirkan inovasi berupa pemanfaatan dedak dan limbah kedelai (okara) menjadi produk bihun kemasan alternatif. Kedua karya ilmiah tersebut lahir sebagai solusi berbasis pangan lokal untuk menjawab karakteristik dan pola konsumsi masyarakat Indonesia.

Selama mengikuti rangkaian acara, para mahasiswa tidak hanya mempresentasikan karya ilmiah, tetapi juga berinteraksi dengan peneliti, akademisi, dan pelaku industri pangan dari berbagai negara melalui sesi jejaring (networking). Ajang IFT FIRST 2026 sebagai pameran teknologi pangan terbesar di dunia ini turut dihadiri oleh berbagai perusahaan multinasional terkemuka seperti Cargill, Kraft Heinz, Mondelez International, Ingredion, Bunge, General Mills, Coca-Cola, Danone, Ferrero, Hershey, Kellanova, dan Conagra Brands.

Kehadiran raksasa industri tersebut membuka kesempatan luas bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan sektor pangan sekaligus membangun jejaring profesional berskala global.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya