home masjid

Mengurai Hakikat Mukmin, Muslim, Mujahid, dan Muhajir dalam Khutbah Wada

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:43 WIB
Mengurai Hakikat Mukmin, Muslim, Mujahid, dan Muhajir dalam Khutbah Wada
Dalam kehidupan bermasyarakat, tolok ukur kesalehan seseorang sering kali hanya dinilai dari aktivitas ibadah ritual yang tampak di permukaan. Padahal, Islam meletakkan keagungan risalahnya pada dampak sosial, kedalaman akhlak, serta kemampuan mengendalikan diri. Hal inilah yang ditegaskan kembali dalam kajian Fikih Hadis ke-203 oleh Dosen IAIPI Bandung, Ustaz Robi Permana.

Faḍālah bin ‘Ubaid radhiyallāhu 'anhu mengabadikan pesan mendalam Rasulullah ﷺ saat beliau menyampaikan khutbah pada peristiwa Ḥajjatul Wadā‘ (Haji Perpisahan):

عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فِي حَجَّةِ الْوЕДِاعِ: «أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِالْمُؤْمِنِ؟ مَنْ أَمِنَهُ النَّاسُ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ، وَالْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ النَّاسُ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ، وَالْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ الْخَطَايَا وَالذُّنُوبَ»

Artinya: "Maukah aku beritahukan kepada kalian siapakah orang mukmin itu? Mukmin adalah orang yang membuat manusia merasa aman terhadap harta dan jiwa mereka darinya. Muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Mujahid adalah orang yang berjihad melawan hawa nafsunya dalam ketaatan kepada Allah. Serta Muhajir adalah orang yang meninggalkan segala kesalahan dan dosa." (HR Ahmad, Ibnu Hibban, an-Nasā'i, dan al-Hakim).

Melalui pesan abadi ini, terdapat empat pilar utama yang menjadi cermin kualitas keimanan seorang muslim di tengah dinamika zaman. Pertama, mukmin. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa indikator keimanan tidak cukup sekadar pengakuan di bibir. Iman yang menghujam kuat di dalam dada harus memancar ke luar dalam bentuk jaminan keamanan sosial. Seorang mukmin sejati adalah sosok yang kehadirannya memberi rasa tenang bagi lingkungan sekitar, baik atas harta benda maupun keselamatan jiwa mereka.

Orang yang beriman pantang melakukan pengkhianatan, penzaliman, atau merampas hak-hak orang lain secara berbatil. Pentingnya menjaga amanah ini ditegaskan Allah SWT dalam surat An-Nisā': 58:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أ أَهْلِهَا
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya