Kerja Sama Pendidikan ASEAN Prioritaskan AI dan STEM Pada Rencana Kerja 2026-2030
Lusi mahgriefie
Ahad, 26 Juli 2026 - 07:00 WIB
Kerja Sama Pendidikan ASEAN Prioritaskan AI dan STEM Pada Rencana Kerja 2026-2030
Sejumlah menteri pendidikan negara-negara ASEAN menggelar pertemuan dalam forum 14th ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) di Singapura.
Adapun tema yang diusung yaitu "Strengthening ASEAN through Education" yang mengingatkan bahwa pendidikan merupakan landasan bagi masyarakat ASEAN yang tangguh, inklusif, dan siap menghadapi masa depan.
Pertemuan para menteri pendidikan yang digelar Rabu (22/7) tersebut membahas berbagai isu strategis pendidikan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), penguatan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics), serta pengembangan karakter peserta didik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti yang hadir di sana mengatakan, setiap peserta didik harus dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi untuk berkembang.
"Seiring kawasan kita menghadapi kemajuan teknologi yang pesat dan dunia yang semakin saling terhubung, kita harus memastikan bahwa pendidikan membekali setiap peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi yang diperlukan untuk berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masa depan bersama kita," ucap Mendikdasmen dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (26/7/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desmond Lee menyampaikan, "Pendidikan bukan hanya bagaimana setiap negara kita bergerak ke depan, tetapi juga bagaimana kita memperkuat hubungan kita bersama dan membangun masa depan ASEAN."
Baca juga:MUI Dukung Wamenag Sisipkan Pendidikan Bahaya LGBT Sejak Kelas 4 SD
Adapun tema yang diusung yaitu "Strengthening ASEAN through Education" yang mengingatkan bahwa pendidikan merupakan landasan bagi masyarakat ASEAN yang tangguh, inklusif, dan siap menghadapi masa depan.
Pertemuan para menteri pendidikan yang digelar Rabu (22/7) tersebut membahas berbagai isu strategis pendidikan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), penguatan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics), serta pengembangan karakter peserta didik.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti yang hadir di sana mengatakan, setiap peserta didik harus dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi untuk berkembang.
"Seiring kawasan kita menghadapi kemajuan teknologi yang pesat dan dunia yang semakin saling terhubung, kita harus memastikan bahwa pendidikan membekali setiap peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi yang diperlukan untuk berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masa depan bersama kita," ucap Mendikdasmen dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (26/7/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Desmond Lee menyampaikan, "Pendidikan bukan hanya bagaimana setiap negara kita bergerak ke depan, tetapi juga bagaimana kita memperkuat hubungan kita bersama dan membangun masa depan ASEAN."
Baca juga:MUI Dukung Wamenag Sisipkan Pendidikan Bahaya LGBT Sejak Kelas 4 SD