Ramai Isu Kasus HIV di Sidoarjo Meningkat, Kemenkes Beri Penjelasan
Lusi mahgriefie
Ahad, 26 Juli 2026 - 08:35 WIB
Ilustrasi: ist
Berdasarkan data mengenai pengidap HIV di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur telah terjadi peningkatan. Terkait hal ini Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengajak masyarakat untuk memahami informasi secara utuh, dan tidak menimbulkan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).
Kemenkes meluruskan bahwa data yang menunjukkan peningkatan jumlah kasus HIV tersebut merupakan bagian dari keberhasilan perluasan layanan deteksi dini, sehingga semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan dapat segera memperoleh pengobatan sesuai standar.
Berdasarkan data yang dikutip dari laman Kemenkes, Minggu (26/7/2026), situasi HIV Kabupaten Sidoarjo sejak tahun 2011 hingga Juni 2026 telah ditemukan 1.183 kasus HIV secara kumulatif pada kelompok usia 0-24 tahun.
Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan dari tahun ke tahun berlangsung seiring dengan semakin luasnya cakupan layanan tes HIV di fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun layanan berbasis komunitas.
Dengan demikian, peningkatan angka penemuan kasus tidak dapat dimaknai secara langsung sebagai peningkatan penularan, melainkan juga mencerminkan semakin efektifnya upaya deteksi dini yang dilakukan pemerintah bersama berbagai mitra.
Dari total 1.183 ODHIV yang telah ditemukan tersebut (sejak tahun 2001), pada kelompok usia 0-10 tahun, tercatat 117 kasus HIV dan seluruhnya merupakan penularan dari ibu ke anak (penularan vertikal).
Baca juga:Viral! Dua Pria Umumkan Status HIV Sambil Tunjukkan Obat ARV, Netizen Ngamuk
Kemenkes meluruskan bahwa data yang menunjukkan peningkatan jumlah kasus HIV tersebut merupakan bagian dari keberhasilan perluasan layanan deteksi dini, sehingga semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan dapat segera memperoleh pengobatan sesuai standar.
Berdasarkan data yang dikutip dari laman Kemenkes, Minggu (26/7/2026), situasi HIV Kabupaten Sidoarjo sejak tahun 2011 hingga Juni 2026 telah ditemukan 1.183 kasus HIV secara kumulatif pada kelompok usia 0-24 tahun.
Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan dari tahun ke tahun berlangsung seiring dengan semakin luasnya cakupan layanan tes HIV di fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun layanan berbasis komunitas.
Dengan demikian, peningkatan angka penemuan kasus tidak dapat dimaknai secara langsung sebagai peningkatan penularan, melainkan juga mencerminkan semakin efektifnya upaya deteksi dini yang dilakukan pemerintah bersama berbagai mitra.
Dari total 1.183 ODHIV yang telah ditemukan tersebut (sejak tahun 2001), pada kelompok usia 0-10 tahun, tercatat 117 kasus HIV dan seluruhnya merupakan penularan dari ibu ke anak (penularan vertikal).
Baca juga:Viral! Dua Pria Umumkan Status HIV Sambil Tunjukkan Obat ARV, Netizen Ngamuk