LANGIT7.ID-Jakarta; Influencer asal Amerika Serikat Sneako bersama Prof Jiang Xueqin membahas rencana mendirikan sekolah di Malaysia. Dalam pembicaraan tersebut, Prof Jiang mengusulkan agar Sneako menjadi kepala sekolah sekaligus tetap menjalankan aktivitas streaming.
Rencana itu muncul ketika keduanya membicarakan kemungkinan pergi ke Malaysia. Prof Jiang bahkan menyebut sekolah tersebut dapat mulai dibangun dalam waktu relatif singkat.
Sneako kemudian mempertanyakan konsep sekolah yang akan mereka bangun, termasuk mengenai perannya jika benar-benar menjadi kepala sekolah. Prof Jiang menegaskan bahwa Sneako yang akan memimpin sekolah tersebut.
Menurut Prof Jiang, posisi itu tidak harus membuat Sneako meninggalkan aktivitasnya sebagai streamer. Ia justru membayangkan Sneako sebagai kepala sekolah yang tetap melakukan streaming dan membagikan proses menjalankan sekolah kepada publik.
Pembahasan kemudian berlanjut pada kurikulum yang akan diterapkan. Prof Jiang menyebut Al-Qur’an akan menjadi salah satu bagian utama dalam pendidikan yang mereka rencanakan.
Ia mengatakan para siswa nantinya akan diwajibkan mempelajari dan menghafal Al-Qur’an karena hal tersebut dinilai sangat penting.
Selain Al-Qur’an, kurikulum yang dibayangkan Prof Jiang juga mencakup agama serta berbagai karya besar dari beragam tradisi. Setelah mendapatkan dasar pendidikan tersebut, siswa nantinya dapat memilih bidang yang ingin mereka dalami.
“Pertama, kami akan mengajarkan Al-Qur’an. Mereka harus menghafal Al-Qur’an karena itu sangat penting,” kata Prof Jiang dalam live streaming di YouTube Live Sneako, Sabtu (12/9/2026).
Baca juga: Sneako Pandu Prof Jiang Ucap Syahadat Saat Live Streaming, Akui Nabi Muhammad Utusan AllahDalam pembicaraan tersebut, Prof Jiang juga menjelaskan bahwa sekolah yang mereka bayangkan tidak harus langsung dibangun dengan model institusi pendidikan konvensional. Ia mengusulkan agar tahap awalnya dapat dimulai melalui komunitas pembelajar.
Menurut Prof Jiang, mereka dapat terlebih dahulu menyewa sejumlah ruangan di universitas atau pusat komunitas untuk mempertemukan orang-orang yang memiliki minat terhadap ilmu pengetahuan. Dari komunitas tersebut, proses pembelajaran dan pengajaran dapat berkembang secara organik.
Gagasan tersebut didukung oleh pengalaman Prof Jiang di bidang pendidikan. Ia mengatakan pernah mendirikan dua sekolah di China, masing-masing pada 2008 dan 2010.
Dari pengalamannya tersebut, Prof Jiang menilai budaya dan lingkungan belajar merupakan salah satu aspek paling penting dalam membangun sebuah sekolah.
(lam)