Fadli Zon Tinjau Taman Proklamasi, Rekonstruksi Rumah Proklamasi Segera Disiapkan
Tim langit 7
Ahad, 26 Juli 2026 - 10:20 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Dalam rangka persiapan rencana rekonstruksi Rumah Proklamasi yang dahulu dibongkar pada periode 1960-an, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meninjau Taman Proklamasi, Menteng, Jakarta. “Rumah Proklamasi” ini direncanakan menjadi museum hidup yang menghadap langsung ke Monumen Proklamasi Soekarno-Hatta dan Monumen Petir, sehingga membentuk satu kesatuan kawasan sejarah yang utuh.
Menbud Fadli Zon menyampaikan tujuan rekonstruksi ini untuk membentuk satu pusat budaya, sejarah, dan edukasi yang menarasikan peristiwa 17 Agustus 1945 bagi generasi muda, sehingga di dalam tim perencanaan akan dilibatkan juga para arsitek, sejarawan, dan arkeolog. “Kami sudah meminta para arsitek, sejarawan, arkeolog, juga tokoh yang mempunyai pengetahuan tentang rumah proklamasi. Diskusi-diskusi telah dilakukan dan mudah-mudahan bisa segera kita realisasikan pembangunan (replika) Rumah Proklamasi,” jelas Menbud.
Selanjutnya Menbud menyampaikan kepada tim perencanaan bahwa rekonstruksi Rumah Proklamasi diarahkan untuk mengembalikan wujud fisik Rumah Proklamasi sebagai situs pembacaan Proklamasi. Menurut Menbud fungsi dari rekonstruksi tersebut nantinya adalah sebagai Museum Proklamasi yang terintegrasi dengan Monumen Proklamasi Soekarno-Hatta dan Monumen Petir sehingga membentuk satu ekosistem edukasi yang komprehensif bagi masyarakat.
Pada tahapan perencanaan, Rumah Proklamasi diposisikan sebagai cermin terhadap Monumen Proklamasi untuk memberikan orientasi naratif yang jelas di dalam kompleks Taman Proklamasi. Selain itu sistem pengunjung juga dirancang sebagai satu alur edukasi yang menghubungkan kronologi peristiwa, ruang pembacaan Proklamasi, dan monumen sebagai simbol peristiwa.
Kementerian Kebudayaan ke depan akan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Sekretariat Negara dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait status kepemilikan lahan di kawasan tersebut sebagai bagian dari persiapan pembangunan.
Turut mendampingi Menteri Fadli Zon pada kunjungan ini, antara lain Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah DKI Jakarta, Desse Yussubrasta.
Melalui rekonstruksi Rumah Proklamasi, Kementerian Kebudayaan berupaya menghadirkan kembali ruang bersejarah yang tidak hanya merekam jejak lahirnya bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang hidup bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan semangat kebangsaan yang melandasi Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen menjaga memori kolektif bangsa agar sejarah perjuangan kemerdekaan tetap terpelihara, dipahami secara utuh, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai fondasi dalam membangun Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan.
Menbud Fadli Zon menyampaikan tujuan rekonstruksi ini untuk membentuk satu pusat budaya, sejarah, dan edukasi yang menarasikan peristiwa 17 Agustus 1945 bagi generasi muda, sehingga di dalam tim perencanaan akan dilibatkan juga para arsitek, sejarawan, dan arkeolog. “Kami sudah meminta para arsitek, sejarawan, arkeolog, juga tokoh yang mempunyai pengetahuan tentang rumah proklamasi. Diskusi-diskusi telah dilakukan dan mudah-mudahan bisa segera kita realisasikan pembangunan (replika) Rumah Proklamasi,” jelas Menbud.
Selanjutnya Menbud menyampaikan kepada tim perencanaan bahwa rekonstruksi Rumah Proklamasi diarahkan untuk mengembalikan wujud fisik Rumah Proklamasi sebagai situs pembacaan Proklamasi. Menurut Menbud fungsi dari rekonstruksi tersebut nantinya adalah sebagai Museum Proklamasi yang terintegrasi dengan Monumen Proklamasi Soekarno-Hatta dan Monumen Petir sehingga membentuk satu ekosistem edukasi yang komprehensif bagi masyarakat.
Pada tahapan perencanaan, Rumah Proklamasi diposisikan sebagai cermin terhadap Monumen Proklamasi untuk memberikan orientasi naratif yang jelas di dalam kompleks Taman Proklamasi. Selain itu sistem pengunjung juga dirancang sebagai satu alur edukasi yang menghubungkan kronologi peristiwa, ruang pembacaan Proklamasi, dan monumen sebagai simbol peristiwa.
Kementerian Kebudayaan ke depan akan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Sekretariat Negara dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait status kepemilikan lahan di kawasan tersebut sebagai bagian dari persiapan pembangunan.
Turut mendampingi Menteri Fadli Zon pada kunjungan ini, antara lain Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah DKI Jakarta, Desse Yussubrasta.
Melalui rekonstruksi Rumah Proklamasi, Kementerian Kebudayaan berupaya menghadirkan kembali ruang bersejarah yang tidak hanya merekam jejak lahirnya bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang hidup bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan semangat kebangsaan yang melandasi Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen menjaga memori kolektif bangsa agar sejarah perjuangan kemerdekaan tetap terpelihara, dipahami secara utuh, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai fondasi dalam membangun Indonesia yang berkepribadian dalam kebudayaan.
(lam)