Kemenag Siapkan Replikasi Eco-Masjid ke Berbagai Daerah, Program Panel Surya Meluas ke Tiga Provinsi
Tim langit 7
Senin, 27 Juli 2026 - 14:43 WIB
(Dok: Kemenag)
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Agama mulai menyiapkan langkah lanjutan untuk memperluas pengembangan masjid ramah lingkungan berbasis energi terbarukan. Salah satu fokusnya ialah mendata masjid yang telah memasang panel surya sebagai dasar penyusunan model eco-masjid yang nantinya dapat diterapkan di berbagai daerah.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat mengatakan pendataan tersebut menjadi bagian penting agar pengembangan masjid ramah lingkungan dapat dilakukan secara lebih luas.
"Kami akan mencoba melakukan pendataan terhadap masjid-masjid yang telah menerapkan panel surya ini. Data tersebut akan menjadi dasar dalam mengembangkan model eco-masjid yang dapat direplikasi di berbagai daerah sehingga semakin banyak masjid yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan," kata Arsad dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Langkah itu menjadi bagian dari sinergi Kementerian Agama dengan Muslim Association for Islamic Climate Action (MOSAIC) dalam mengembangkan masjid ramah lingkungan berbasis energi terbarukan. Program tersebut sebelumnya telah diterapkan di enam masjid di berbagai daerah dan pada tahun ini diperluas ke tiga masjid di Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa Barat.
Saat membuka pertemuan dengan jajaran MOSAIC di Jakarta, Rabu (22/7/2026), Arsad menyampaikan bahwa pemanfaatan energi terbarukan di masjid sejalan dengan program ekoteologi Kementerian Agama sekaligus memberikan manfaat berupa efisiensi energi dan penghematan biaya operasional.
"Kolaborasi dengan MOSAIC merupakan salah satu implementasi dari Protas Menag tentang Penguatan Ekoteologi," ujarnya.
Ia juga menegaskan, "Saya kira gerakan ini merupakan terobosan baru yang harus kita dukung."
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat mengatakan pendataan tersebut menjadi bagian penting agar pengembangan masjid ramah lingkungan dapat dilakukan secara lebih luas.
"Kami akan mencoba melakukan pendataan terhadap masjid-masjid yang telah menerapkan panel surya ini. Data tersebut akan menjadi dasar dalam mengembangkan model eco-masjid yang dapat direplikasi di berbagai daerah sehingga semakin banyak masjid yang berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan," kata Arsad dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Langkah itu menjadi bagian dari sinergi Kementerian Agama dengan Muslim Association for Islamic Climate Action (MOSAIC) dalam mengembangkan masjid ramah lingkungan berbasis energi terbarukan. Program tersebut sebelumnya telah diterapkan di enam masjid di berbagai daerah dan pada tahun ini diperluas ke tiga masjid di Aceh, Sumatera Utara, dan Jawa Barat.
Saat membuka pertemuan dengan jajaran MOSAIC di Jakarta, Rabu (22/7/2026), Arsad menyampaikan bahwa pemanfaatan energi terbarukan di masjid sejalan dengan program ekoteologi Kementerian Agama sekaligus memberikan manfaat berupa efisiensi energi dan penghematan biaya operasional.
"Kolaborasi dengan MOSAIC merupakan salah satu implementasi dari Protas Menag tentang Penguatan Ekoteologi," ujarnya.
Ia juga menegaskan, "Saya kira gerakan ini merupakan terobosan baru yang harus kita dukung."