home edukasi & pesantren

Kemenag Gandeng Komdigi dan Canva Perkuat Literasi Digital di Pendidikan Keagamaan

Jum'at, 07 Agustus 2026 - 05:10 WIB
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama menjajaki sinergi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Canva untuk memperkuat literasi digital di lingkungan pendidikan keagamaan. Langkah ini untuk mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) sekaligus meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik di ruang digital.

Penjajakan kerja sama ini dibahas dalam pertemuan tiga pihak di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta. Sejumlah isu yang dibahas yaitu penguatan literasi digital, pelindungan anak di ruang digital, serta pemanfaatan platform pembelajaran berbasis teknologi.

Kepala BMBPSDM Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani, menyambut baik peluang kolaborasi dengan Komdigi dan pihak swasta. Menurutnya, sinergi antarlembaga perlu ditindaklanjuti melalui langkah operasional yang jelas agar memberi manfaat bagi pengembangan sumber daya manusia di Kementerian Agama.

“Secara prinsip frekuensinya sudah ketemu, tinggal ditindaklanjuti pada ruang-ruang yang operasional. Namun, kerja sama denganpihak di luar pemerintah tentu harus memiliki payung hukum agar pelaksanaannya berjalan baik dan memberikan kepastian bagi semua pihak,” ungkapnya di Jakarta, dikutipJumat (7/8/2026).

Ia menambahkan, BMBPSDM akan menugaskan pejabat penghubung (person in charge/PIC) untuk berkoordinasi dengan Komdigi dalam menyiapkan langkah-langkah tindak lanjut. Sementara itu, pembahasan mengenai kerja sama dengan Canva akan dilakukan melalui koordinasi antarlembaga setelah mekanisme dan dasar hukum yang diperlukan disiapkan.

Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menegaskan pentingnya pengawalan terhadap PP Tunas di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital harus diimbangi dengan upaya memproteksi anak dari berbagai risiko di ruang digital.

“Teknologi digital memberikan manfaat yang luar biasa. Namun, ada titik-titik yang harus kita jaga agar anak-anak tidak terjerumus pada dampak negatif. Karena itu, pelindungan anak di ruang digital menjadi amanat yang harus kita jalankan bersama,” ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya