home wirausaha syariah

AI Jadi Kunci Keuangan Syariah, Wamenkomdigi Ungkap Proyeksi Capai US$9,7 Triliun pada 2029

Ahad, 09 Agustus 2026 - 12:06 WIB
(Dok: Komdigi)
LANGIT7.ID-Jakarta; Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sektor keuangan syariah tidak hanya berbicara soal kecepatan teknologi. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan pentingnya transparansi, keadilan, dan tata kelola data agar perkembangan tersebut tetap sejalan dengan prinsip syariah.

Menurut Nezar, pengambilan keputusan keuangan yang menggunakan AI harus bisa dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Hal itu termasuk ketika teknologi digunakan untuk penghitungan zakat maupun memberikan rekomendasi investasi.

Kepercayaan publik terhadap layanan keuangan digital, kata dia, sangat bergantung pada kokohnya tata kelola data.

Nezar juga menyoroti pentingnya menekan bias algoritma agar penggunaan AI tidak mengeliminasi kelompok rentan. Di sisi lain, data pribadi harus diperlakukan sebagai amanah yang wajib dijaga.

Tiga prinsip tersebut menjadi perhatian di tengah besarnya peluang AI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah global.

Sektor keuangan syariah diproyeksikan berkembang dari US$5,9 triliun pada 2024 menjadi US$9,7 triliun pada 2029.

"Hadirin sekalian, keuangan syariah global diproyeksikan akan berkembang dari US$ 5,9 triliun pada tahun 2024 menjadi US$ 9,7 triliun pada tahun 2029," ujar Nezar.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya