Desa Terbersih di Dunia, Gus Halim Puji Desa Wisata Penglipuran
Mahmuda attar hussein
Senin, 25 Oktober 2021 - 07:30 WIB
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar didampingi Istri Umi Lilik Nasriyah menyambangi Desa Adat Panglipuran. Foto: Kemendes
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengagumi kebersihan dan pesona alam Desa Wisata Penglipuran, yang memadukan keindahan alam dan budaya. Desa Penglipuran merupakan salah satu desa wisata adat terbaik dan terbersih se-dunia (Green destination dari Sustainable Destinations Top 100) versi Green Destinations Foundation.
“ini (pengelolaan desa wisata) harus ditiru desa-desa lain yang memiliki potensi wisata alam dan budaya seperti Penglipuran,” ujar Abdul Halim Iskandar di sela kunjungan kerjanya di Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali, Minggu (24/10/2021).
Baca juga: Ngarai Sianok, Grand Canyon Punya Indonesia
Dalam kunjungannya, Gus Halim, didampingi Istri Umi Lilik Nasriyah, berdialog dengan pemangku kepentingan desa, warga dan pemuka adat setempat, seperti Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bangli, Dewa Agung Bagus Riana Putra; Bendesa Adat (Kepala Desa Adat) Penglipuran, I Wayan Budiarta; Kepala Pengelola Wisata Desa Adat Penglipuran, I Nengah Moneng; dan sejumlah pemangku kepentingan desa lainnya.
Dalam dialog bersama tokoh adat dan pemangku kepentingan desa Penglipuran tersebut, Gus Halim menyatakan bahwa kunci keberhasilan desa wisata adalah proses pengembangannya yang tidak boleh lepas dari akar budaya lokal.
"Desa wisata jangan sampai keluar dari alam, jangan keluar dari akar budaya. Kalau tidak, wisatanya cenderung tidak akan bertahan lama," ujarnya.
Baca juga: Menparekraf Bertekad Bawa Festival Sriwijaya ke Kancah Internasional
“ini (pengelolaan desa wisata) harus ditiru desa-desa lain yang memiliki potensi wisata alam dan budaya seperti Penglipuran,” ujar Abdul Halim Iskandar di sela kunjungan kerjanya di Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali, Minggu (24/10/2021).
Baca juga: Ngarai Sianok, Grand Canyon Punya Indonesia
Dalam kunjungannya, Gus Halim, didampingi Istri Umi Lilik Nasriyah, berdialog dengan pemangku kepentingan desa, warga dan pemuka adat setempat, seperti Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bangli, Dewa Agung Bagus Riana Putra; Bendesa Adat (Kepala Desa Adat) Penglipuran, I Wayan Budiarta; Kepala Pengelola Wisata Desa Adat Penglipuran, I Nengah Moneng; dan sejumlah pemangku kepentingan desa lainnya.
Dalam dialog bersama tokoh adat dan pemangku kepentingan desa Penglipuran tersebut, Gus Halim menyatakan bahwa kunci keberhasilan desa wisata adalah proses pengembangannya yang tidak boleh lepas dari akar budaya lokal.
"Desa wisata jangan sampai keluar dari alam, jangan keluar dari akar budaya. Kalau tidak, wisatanya cenderung tidak akan bertahan lama," ujarnya.
Baca juga: Menparekraf Bertekad Bawa Festival Sriwijaya ke Kancah Internasional