Puspa: Ketika Bunga, Perempuan, dan Budaya Nusantara Bertemu dalam Satu Koleksi
Lusi mahgriefie
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:20 WIB
Koleksi fesyen desainer Ayu Dyah Andari bertajuk Puspa: Aksara Hati. Foto: dok. IFA Archipelago 2026
Ada begitu banyak cara untuk bercerita tentang perempuan dan desainer Ayu Dyah Andari memilih bunga sebagai untuk merepresentasikan perempuan.
Melalui koleksi Puspa: Aksara Hati, ia menerjemahkan karakter perempuan Indonesia melalui tiga bunga ikonik yaitu Rafflesia yang melambangkan kewibawaan, Melati dengan kelembutannya, serta Anggrek yang merepresentasikan keanggunan dan karisma.
Koleksi yang menjadi bagian dari perayaan 15 tahun perjalanan Ayu Dyah Andari ini hadir dalam panggung Indonesia Fashion Aesthetic (IFA) Archipelago Kalimantan Selatan 2026, pada 11 Agustus 2026. Menariknya, Puspa tampil dalam tiga interpretasi berbeda: Puspa Tweed Series, Puspa Couture Collection, dan Puspa Sasirangan.
Tiga Wajah Puspa
Pada Puspa Tweed Series, menampilkan kesan klasik dibuat lebih kekinian.Ayu memilih material tweed, yang memiliki tekstur khas dipadukan dengan lace dan tailoring yang rapi. Hasilnya adalah busana feminin yang terlihat elegan sekaligus mudah dikenakan dalam berbagai kesempatan.
Kemudian Puspa Couture. Berbeda dari tampilan Puspa Tweed yang lebih praktis, PUSPA Couture menawarkan sisi yang lebih mewah. Material beludru dihiasi border tiga dimensi, kristal, payet, serta detail yang dikerjakan secara handmade. Siluetnya tetap anggun, tetapi memberikan kesan megah yang menjadi ciri busana couture.
Selanjutnya, Puspa Sasirangan. Di sini Ayu mencoba membawa cerita yang lebih dekat dengan budaya lokal. Kain sasirangan dipadukan dengan bordir floral khas Puspa, menciptakan pertemuan antara warisan tekstil Kalimantan Selatan dan gaya modern.
Melalui koleksi Puspa: Aksara Hati, ia menerjemahkan karakter perempuan Indonesia melalui tiga bunga ikonik yaitu Rafflesia yang melambangkan kewibawaan, Melati dengan kelembutannya, serta Anggrek yang merepresentasikan keanggunan dan karisma.
Koleksi yang menjadi bagian dari perayaan 15 tahun perjalanan Ayu Dyah Andari ini hadir dalam panggung Indonesia Fashion Aesthetic (IFA) Archipelago Kalimantan Selatan 2026, pada 11 Agustus 2026. Menariknya, Puspa tampil dalam tiga interpretasi berbeda: Puspa Tweed Series, Puspa Couture Collection, dan Puspa Sasirangan.
Tiga Wajah Puspa
Pada Puspa Tweed Series, menampilkan kesan klasik dibuat lebih kekinian.Ayu memilih material tweed, yang memiliki tekstur khas dipadukan dengan lace dan tailoring yang rapi. Hasilnya adalah busana feminin yang terlihat elegan sekaligus mudah dikenakan dalam berbagai kesempatan.
Kemudian Puspa Couture. Berbeda dari tampilan Puspa Tweed yang lebih praktis, PUSPA Couture menawarkan sisi yang lebih mewah. Material beludru dihiasi border tiga dimensi, kristal, payet, serta detail yang dikerjakan secara handmade. Siluetnya tetap anggun, tetapi memberikan kesan megah yang menjadi ciri busana couture.
Selanjutnya, Puspa Sasirangan. Di sini Ayu mencoba membawa cerita yang lebih dekat dengan budaya lokal. Kain sasirangan dipadukan dengan bordir floral khas Puspa, menciptakan pertemuan antara warisan tekstil Kalimantan Selatan dan gaya modern.