Guru Besar UGM Sebut Pentingnya Payung Hukum untuk Program MBG Agar Aman
Lusi mahgriefie
Rabu, 02 September 2026 - 09:20 WIB
Foto ilustrasi: ist
Kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal program berjalan hingga kini, masih terus marak terjadi. Selain pengawasan, payung hukum berperan penting agar program MBG bisa berjalan aman.
Demikian disampaikan Guru Besar Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., dilansir dari laman resmi UGM, Rabu (2/9/2026).
Sejak diluncurkan pada Januari 2025, program MBG tercatat telah menyebabkan ribuan siswa mengalami keracunan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Alih-alih meningkatkan status gizi siswa, dengan adanya kejadian ini justru mengundang atensi yang mempertanyakan kesiapan pengelolaan MBG, yang menjadi salah satu program unggulan Prabowo Subianto sejak masa kampanye.
Menurut Prof Sri, akar persoalannya terletak pada lemahnya pengawasan dan besarnya target yang ingin dicapai dalam waktu yang singkat.
Baca juga:Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Bupati Bantah Isu Korban Meninggal
Menurut Prof. Sri Raharjo, target pemerintah untuk menyasar 80 juta siswa pada tahun pertama, seperti yang disampaikan Presiden Prabowo di Istana Negara, merupakan langkah yang terburu-buru.
Demikian disampaikan Guru Besar Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., dilansir dari laman resmi UGM, Rabu (2/9/2026).
Sejak diluncurkan pada Januari 2025, program MBG tercatat telah menyebabkan ribuan siswa mengalami keracunan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Alih-alih meningkatkan status gizi siswa, dengan adanya kejadian ini justru mengundang atensi yang mempertanyakan kesiapan pengelolaan MBG, yang menjadi salah satu program unggulan Prabowo Subianto sejak masa kampanye.
Menurut Prof Sri, akar persoalannya terletak pada lemahnya pengawasan dan besarnya target yang ingin dicapai dalam waktu yang singkat.
Baca juga:Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Bupati Bantah Isu Korban Meninggal
Menurut Prof. Sri Raharjo, target pemerintah untuk menyasar 80 juta siswa pada tahun pertama, seperti yang disampaikan Presiden Prabowo di Istana Negara, merupakan langkah yang terburu-buru.