Korban Keracunan MBG di Ponpes Sidoarjo Tembus 566 Orang, BGN Ungkap Penyebabnya
Lusi mahgriefie
Kamis, 03 September 2026 - 09:22 WIB
Foto: istimewa
Korban yang diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur terus bertambah dan kini mencapai 566 orang. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab keracunan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina mengungkapkan, jumlah korban mencapai 566 orang, hingga Rabu (2/9). Jumlah tersebut merupakan gabungan dari data pasien sebelumnya ditambah temuan kasus baru.
"531 ditambah 35. Kurang lebih 566 ya," kata Lakhsmie di Sidoarjo, dikutip Rabu (3/9/2026).
Mayoritas korban merupakan santri dan santriwati dari Pesantren Manbaul Hikam. Serta 19 siswa lembaga pendidikan di sekitar Tanggulangin yang juga terdampak. Mereka mengalami gejala mual, muntah dan pusing usai mengonsumsi makanan dari SPPG Kalitengah Tanggulangin tersebut, pada Selasa (1/9).
Sebelumnya, Lakhsmie menyebut jumlah korban adalah 424 santri. Kemudian 24 orang lainnya merupakan korban dugaan kejadian yang sama di luar ponpes. Sementara 173 orang sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
Baca juga:Dugaan Keracunan MBG di Ponpes Manba’ul Hikam: 88 Masih Dirawat, SPPG Disuspend
Sementara itu, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Ketut Sumedana mengungkap penyebab ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Ia mengatakan, ada kelalaian pada standar operasional prosedur (SOP) pendistribusian MBG.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina mengungkapkan, jumlah korban mencapai 566 orang, hingga Rabu (2/9). Jumlah tersebut merupakan gabungan dari data pasien sebelumnya ditambah temuan kasus baru.
"531 ditambah 35. Kurang lebih 566 ya," kata Lakhsmie di Sidoarjo, dikutip Rabu (3/9/2026).
Mayoritas korban merupakan santri dan santriwati dari Pesantren Manbaul Hikam. Serta 19 siswa lembaga pendidikan di sekitar Tanggulangin yang juga terdampak. Mereka mengalami gejala mual, muntah dan pusing usai mengonsumsi makanan dari SPPG Kalitengah Tanggulangin tersebut, pada Selasa (1/9).
Sebelumnya, Lakhsmie menyebut jumlah korban adalah 424 santri. Kemudian 24 orang lainnya merupakan korban dugaan kejadian yang sama di luar ponpes. Sementara 173 orang sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
Baca juga:Dugaan Keracunan MBG di Ponpes Manba’ul Hikam: 88 Masih Dirawat, SPPG Disuspend
Sementara itu, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Ketut Sumedana mengungkap penyebab ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Ia mengatakan, ada kelalaian pada standar operasional prosedur (SOP) pendistribusian MBG.