Zohran Mamdani Larang Penggunaan AI di Sekolah: Anak Butuh Guru dan Interaksi Manusia
Esti setiyowati
Kamis, 03 September 2026 - 16:15 WIB
Zohran Mamdani Larang Penggunaan AI di Sekolah: Anak Butuh Guru dan Interaksi Manusia. Foto: Ist
Wali Kota New York Zohran Mamdani mengumumkan larangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) bagi siswa sekolah.
Kebijakan tersebut membatasi penggunaan AI bagi siswa sekolah negeri mulai jenjang 2-K hingga kelas 8 selama satu tahun.
Aturan ini diperkirakan berdampak pada hampir 600.000 siswa di sistem sekolah negeri terbesar di AS.
Langkah ini menjadi salah satu pembatasan penggunaan AI paling ketat yang diterapkan distrik sekolah di Amerika Serikat.
Baca juga:Walikota Muslim Zohran Mamdani Menghalangi Pembayaran Rp160 Juta kepada Asisten Sekolah di NYC
Mamdani mengatakan, anak-anak masih membutuhkan interaksi langsung dengan guru dan teman sebaya dalam proses belajar. Menurut dia, pendidikan tidak semata-mata tentang menemukan jawaban, tetapi juga tentang membangun kemampuan berpikir dan memecahkan masalah secara mandiri.
"Anak-anak membutuhkan guru dan hubungan antarmanusia untuk belajar dan berkembang. Mereka perlu mengembangkan keterampilan bersama teman sebaya, membangun hubungan dengan pendidik, dan menghadapi persoalan sulit dengan kemampuan mereka sendiri," kata Mamdani dalam konferensi pers, Rabu (2/9/2026) kemarin.
Kebijakan tersebut membatasi penggunaan AI bagi siswa sekolah negeri mulai jenjang 2-K hingga kelas 8 selama satu tahun.
Aturan ini diperkirakan berdampak pada hampir 600.000 siswa di sistem sekolah negeri terbesar di AS.
Langkah ini menjadi salah satu pembatasan penggunaan AI paling ketat yang diterapkan distrik sekolah di Amerika Serikat.
Baca juga:Walikota Muslim Zohran Mamdani Menghalangi Pembayaran Rp160 Juta kepada Asisten Sekolah di NYC
Mamdani mengatakan, anak-anak masih membutuhkan interaksi langsung dengan guru dan teman sebaya dalam proses belajar. Menurut dia, pendidikan tidak semata-mata tentang menemukan jawaban, tetapi juga tentang membangun kemampuan berpikir dan memecahkan masalah secara mandiri.
"Anak-anak membutuhkan guru dan hubungan antarmanusia untuk belajar dan berkembang. Mereka perlu mengembangkan keterampilan bersama teman sebaya, membangun hubungan dengan pendidik, dan menghadapi persoalan sulit dengan kemampuan mereka sendiri," kata Mamdani dalam konferensi pers, Rabu (2/9/2026) kemarin.