home edukasi & pesantren

Terdampak Abu Vulkanik, Pemprov Jawa Barat Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Senin, 07 September 2026 - 08:44 WIB
Terdampak Abu Vulkanik, Pemprov Jawa Barat Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di wilayah dengan intensitas sebaran abu vulkanik yang tinggi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala sekolah diminta segera melakukan penghentian sementara kegiatan sekolah dan aktivitas luar ruangan apabila kondisi sebaran abu vulkanik dan kualitas udara berpotensi membahayakan kesehatan.

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Jawa Barat Terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dikeluarkan 6 September 2026.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, PJJ diberlakukan dengan tujuan melindungi peserta didik dan warga satuan pendidikan.

Selain menerapkan PJJ, kesiapsiagaan terhadap dampak sebaran abu vulkanik dilakukan dengan menyiapkan posko dan lokasi pengungsian. Pemprov Jabar juga mengaktifkan kesiapsiagaan puskesmas, rumah sakit, pos kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menghadapi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Saya instruksikan Dinas Kesehatan untuk memastikan ketersediaan tenaga kesehatan, ambulans, oksigen, pulse oximeter, obat-obatan, masker/respirator, dan Alat Pelindung Diri (APD) di fasilitas kesehatan," ucap KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, dikutip Senin (7/9/2026).

Baca juga:Waspada Abu Vulkanik, Sekolah di Jakarta PJJ Mulai Senin 7 September 2026
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya