home global news

Pangeran Saudi Dikabarkan Hubungi Trump Dua Kali untuk Serang Houthi, Tapi Permintaannya Ditolak

Jum'at, 11 September 2026 - 15:22 WIB
Pangeran Saudi Dikabarkan Hubungi Trump Dua Kali untuk Serang Houthi, Tapi Permintaannya Ditolak
LANGIT7.ID-Riyadh; Saat konflik di Asia Barat terus meningkat melampaui perang AS-Israel melawan Iran, Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dilaporkan menyerukan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap kelompok militan Yaman, Houthi.

Permintaan dari Arab Saudi ini muncul ketika kerajaan tersebut melihat eskalasi dalam konfliknya dengan proksi yang didukung Iran di Yaman.

Menurut laporan dari Axios, MBS dari Arab Saudi menelepon Presiden AS Donald Trump dua kali dan mendesaknya untuk melancarkan serangan terhadap Houthi di tengah blokade kelompok itu terhadap jalur laut vital di Laut Merah. Meskipun Trump menyampaikan kekhawatirannya mengenai konflik yang meningkat di Yaman, presiden AS tersebut menolak untuk melancarkan serangan terhadap kelompok itu.

Dua pejabat AS menegaskan bahwa pemerintahan Trump tidak memiliki rencana untuk melakukan intervensi langsung terhadap Houthi untuk saat ini, demikian tambahan dari laporan tersebut.

Sumber yang mengetahui masalah ini juga menyatakan bahwa Komandan Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, mengunjungi Riyadh untuk "pertemuan koordinasi mendesak."

Belum ada komentar resmi dari Gedung Putih maupun Kerajaan Arab Saudi.

Konfrontasi Saudi-Houthi meningkat
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya