home edukasi & pesantren

Pesantren Siwalanpanji, Tempat Belajar dan Berjuang Para Ulama Besar

Kamis, 15 Juli 2021 - 20:15 WIB
Gerbang Pesantren Al-Hamdaniyyah Siwalanpanji (foto: jaringansantri.com )
Pernahkah anda mendengar tempat bernama Siwalanpanji? Jika membaca sejarah atau biografi para Ulama Nusantara, Siwalanpanji kerap disebut. Siwalanpanji adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. Di desa ini berdiri pesantren tua bernama Al-Hamdaniyyah sejak tahun 1787 M.

Jika hari ini anda datang kesana, sekilas tidak ada yang istimewa dari beberapa bangunan tua yang merupakan komplek Pesantren tersebut. Hanya kompleks belajar santri dengan arstitektur sederhana, khas bangunan di masa lalu. Namun, di balik kesederhanaan itu, Al-Hamdaniyyah menjadi saksi sejarah dimana ulama-ulama besar sekaligus pejuang kemerdekaan pernah nyantri.

Ada banyak nama ulama besar yang pernah belajar di tempat itu seperti seperti KH R As’ad Syamsul Arifin Pengasuh Pondok Salafiyah Syafiiyyah Sukorejo Situbondo, KH Ahmad Sahal Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Ridwan Abdullah Pembuat Logo NU, KH Anwar Pendiri Pondok Pesantren An-Nur Bululawang Malang, KH Said Pendiri Pondok Pesantren Agama Islam Ketapang Kepanjen dan KH Alwi Abdul Aziz Pencetus nama Nahdatul Ulama.



Ada pula nama KH Wahid Hasyim Ayahanda Gus Dur, KH Abdul Karim, hingga KH Mahrus Ali Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Bahkan, pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari pernah menimba ilmu di pesantren tersebut. KH Hasyim Asyari menjadi santri di bawah asuhan KH Ya’qub, putra KH Hamdani Pendiri Pesantren tersebut.

Selain mengajarkan berbagai ilmu agama, pondok itu pernah menjadi saksi sejarah perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia. Al-Hamdaniyyah menjadi tempat pertemuan antara presiden Soekarno, Bung Hatta dan Bung Tomo. Dari pertemuan itu lahir Laskar Hizbullah. Selain itu, Al-Hamdaniyyah juga sering menjadi tempat pertemuan tokoh-tokoh nasional pada zaman Revolusi seperti KH Wahab Hasbullah, KH.Wahid Hasyim, KH Idham Cholid, Buya Hamka dan tokoh-tokoh besar lain.

Pesantren ini didirikan oleh KH Hamdani, seorang ulama yang dikenal alim, zuhud dan bersahaja. Beliau adalah putra dari Murroddani bin Sufyan bin Khasan Sanusi bin Sa’dulloh bin Sakaruddin bin Mbah Sholeh Semendi asal Winongan Pasuruan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
nahdlatul ulama pesantren tradisional sejarah pesantren trimurti gontor jejak ulama
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya