Erdogan Desak Dunia Segera Bangun Kembali Gaza, Tekanan ke Israel Makin Kuat
Nabil
Rabu, 23 September 2026 - 06:32 WIB
Erdogan Desak Dunia Segera Bangun Kembali Gaza, Tekanan ke Israel Makin Kuat
LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak dunia untuk segera memulai pembangunan kembali Jalur Gaza yang hancur akibat perang. Seruan itu disampaikan Erdogan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa.
“Kita harus segera memulai pembangunan kembali Gaza,” kata Erdogan di hadapan Majelis Umum PBB. Ia juga mendesak para pemimpin dunia untuk “memberikan tekanan yang lebih besar kepada Israel.”
Sejak kelompok Hamas melancarkan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang kemudian memicu respons besar-besaran, wilayah kecil Palestina itu mengalami kehancuran akibat serangan udara Israel yang tak terhitung jumlahnya.
Menurut data PBB, hingga Oktober 2025, sebanyak 84 persen dari seluruh bangunan di Gaza mengalami kerusakan atau hancur.
Meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat tercapai pada Oktober 2025, Israel masih melanjutkan serangan udara dan membatasi masuknya berbagai peralatan yang menurut organisasi nonpemerintah internasional dibutuhkan untuk membangun kembali wilayah tersebut.
Hingga kini, proses pembangunan kembali Gaza tersebut belum dimulai.
Berdasarkan penilaian bersama yang diterbitkan PBB, Bank Dunia, dan Uni Eropa pada April, Gaza membutuhkan dana sebesar 71,4 miliar dolar AS untuk pemulihan dan pembangunan kembali selama satu dekade ke depan.
“Kita harus segera memulai pembangunan kembali Gaza,” kata Erdogan di hadapan Majelis Umum PBB. Ia juga mendesak para pemimpin dunia untuk “memberikan tekanan yang lebih besar kepada Israel.”
Sejak kelompok Hamas melancarkan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang kemudian memicu respons besar-besaran, wilayah kecil Palestina itu mengalami kehancuran akibat serangan udara Israel yang tak terhitung jumlahnya.
Menurut data PBB, hingga Oktober 2025, sebanyak 84 persen dari seluruh bangunan di Gaza mengalami kerusakan atau hancur.
Meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat tercapai pada Oktober 2025, Israel masih melanjutkan serangan udara dan membatasi masuknya berbagai peralatan yang menurut organisasi nonpemerintah internasional dibutuhkan untuk membangun kembali wilayah tersebut.
Hingga kini, proses pembangunan kembali Gaza tersebut belum dimulai.
Berdasarkan penilaian bersama yang diterbitkan PBB, Bank Dunia, dan Uni Eropa pada April, Gaza membutuhkan dana sebesar 71,4 miliar dolar AS untuk pemulihan dan pembangunan kembali selama satu dekade ke depan.
(lam)