Trump Bertemu Pemimpin Arab-Muslim, Ada Rencana Dana US$10 Miliar di Tengah Perang Iran
Nabil
Kamis, 24 September 2026 - 09:14 WIB
Trump Bertemu Pemimpin Arab-Muslim, Ada Rencana Dana US10 Miliar di Tengah Perang Iran
LANGIT7.ID-Jakarta; Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggelar pertemuan tertutup dengan para pemimpin Arab dan Muslim di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada Selasa, di tengah ketidakpastian yang masih membayangi perang Iran yang telah berlangsung hampir tujuh bulan.
Pertemuan tersebut berlangsung ketika para pemimpin negara-negara Teluk memperingatkan dampak berlanjutnya gangguan di Selat Hormuz dan Laut Merah. Gangguan itu telah membuat pasar energi global bergejolak dan menambah tekanan ekonomi terhadap kawasan tersebut.
Pertemuan dihadiri para pemimpin negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), serta pemimpin dan perwakilan dari sejumlah negara Arab dan Muslim, termasuk Mesir, Turki, Lebanon, Suriah, dan Irak.
AS dilaporkan mengusulkan pembentukan dana investasi senilai US$10 miliar bersama negara-negara Arab untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan hancur selama konflik.
Tiga orang yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Financial Times bahwa pejabat pemerintahan Trump tengah membahas gagasan itu dengan para mitra regional menjelang pertemuan di PBB.
Dalam pernyataan publik sebelum pertemuan, Trump mengklaim telah mencapai "kesepakatan damai bersejarah" di Gaza dan menyoroti kampanye militer AS terhadap Iran.
Trump beberapa kali keluar dari naskah yang telah disiapkan. Pada satu kesempatan, ia menunjuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan berkata, "Teman saya dari Turki yang ada di sini, dia orang yang tangguh, jangan macam-macam dengannya ... dia orang yang luar biasa."
Pertemuan tersebut berlangsung ketika para pemimpin negara-negara Teluk memperingatkan dampak berlanjutnya gangguan di Selat Hormuz dan Laut Merah. Gangguan itu telah membuat pasar energi global bergejolak dan menambah tekanan ekonomi terhadap kawasan tersebut.
Pertemuan dihadiri para pemimpin negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), serta pemimpin dan perwakilan dari sejumlah negara Arab dan Muslim, termasuk Mesir, Turki, Lebanon, Suriah, dan Irak.
AS dilaporkan mengusulkan pembentukan dana investasi senilai US$10 miliar bersama negara-negara Arab untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan hancur selama konflik.
Tiga orang yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Financial Times bahwa pejabat pemerintahan Trump tengah membahas gagasan itu dengan para mitra regional menjelang pertemuan di PBB.
Dalam pernyataan publik sebelum pertemuan, Trump mengklaim telah mencapai "kesepakatan damai bersejarah" di Gaza dan menyoroti kampanye militer AS terhadap Iran.
Trump beberapa kali keluar dari naskah yang telah disiapkan. Pada satu kesempatan, ia menunjuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan berkata, "Teman saya dari Turki yang ada di sini, dia orang yang tangguh, jangan macam-macam dengannya ... dia orang yang luar biasa."