Italia Bakal Larang Burqa dan Niqab di Sekolah, Siswa Asing Juga Dibatasi
Esti setiyowati
Kamis, 24 September 2026 - 20:23 WIB
Italia Bakal Larang Burqa dan Niqab di Sekolah, Siswa Asing Juga Dibatasi. Foto: Ist
Pemerintah Italia berencana melarang penggunaan burqa dan niqab di lingkungan sekolah serta membatasi jumlah siswa asing dalam satu kelas.
Rencana tersebut disampaikan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni saat menghadiri festival nasional sayap pemuda partai Brothers of Italy (FdI) di Roma, Ahad.
Baca juga:Italia Rancang UU Larangan Burqa dan Niqab di Ruang Publik
Selain aturan pakaian yang menutup wajah, Meloni juga berencana mewajibkan orang tua siswa asing yang mengalami kesulitan serius dalam berintegrasi dengan sistem pendidikan Italia untuk mengikuti pelajaran bahasaItalia.
"Bagi kami, siapa pun yang datang ke Italia dan ingin membangun masa depannya di sini harus mempelajari bahasa kami, memahami budaya kami, dan menghormati aturan kami," kata Meloni dalam acara Gioventu Nazionale, seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis (24/9/2026).
Menurut Meloni, penguasaan bahasa, pemahaman budaya, dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dalam proses penerimaan pendatang di Italia.
Perubahan aturan tersebut masih berupa usulan. Setelah disetujui pemerintah, rancangan itu harus mendapatkan persetujuan parlemen dalam waktu 60 hari agar dapat menjadi undang-undang.
Rencana tersebut disampaikan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni saat menghadiri festival nasional sayap pemuda partai Brothers of Italy (FdI) di Roma, Ahad.
Baca juga:Italia Rancang UU Larangan Burqa dan Niqab di Ruang Publik
Selain aturan pakaian yang menutup wajah, Meloni juga berencana mewajibkan orang tua siswa asing yang mengalami kesulitan serius dalam berintegrasi dengan sistem pendidikan Italia untuk mengikuti pelajaran bahasaItalia.
"Bagi kami, siapa pun yang datang ke Italia dan ingin membangun masa depannya di sini harus mempelajari bahasa kami, memahami budaya kami, dan menghormati aturan kami," kata Meloni dalam acara Gioventu Nazionale, seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis (24/9/2026).
Menurut Meloni, penguasaan bahasa, pemahaman budaya, dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dalam proses penerimaan pendatang di Italia.
Perubahan aturan tersebut masih berupa usulan. Setelah disetujui pemerintah, rancangan itu harus mendapatkan persetujuan parlemen dalam waktu 60 hari agar dapat menjadi undang-undang.