home global news

Terima Wamenlu, Ketum PP Persis Dorong Transformasi Peradaban

Selasa, 29 September 2026 - 20:28 WIB
Terima Wamenlu, Ketum PP Persis Dorong Transformasi Peradaban. Foto: Persis Photography.
Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) menerima kunjungan silaturahim dan menggelar dialog strategis bersama Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Anis Matta di Bandung pada Selasa (29/9/2026). Ketua Umum PP Persis, Ustaz Jeje Zaenudin, menyambut hangat momentum penting ini sebagai langkah memperkuat komunikasi antara pemerintah dan Persis yang memiliki sejarah panjang dalam dakwah, pendidikan, sosial, serta kebangsaan.

Pertemuan yang dilanjutkan dengan dialog dan ceramah umum ini membahas perkembangan geopolitik global, posisi strategis Indonesia di tengah perubahan tata dunia, serta langkah-langkah strategis yang perlu dipersiapkan oleh organisasi kemasyarakatan Islam. Dialog berlangsung dalam suasana kekeluargaan, terbuka, dan konstruktif, berfokus pada upaya meningkatkan kapasitas umat Islam agar tidak hanya menjadi objek perubahan global, melainkan berperan aktif sebagai kekuatan yang ikut membentuk masa depan.

Dalam pemaparannya, Wamenlu RI Anis Matta menjelaskan bahwa dunia sedang mengalami perubahan besar dalam struktur geopolitik dan hubungan internasional yang bergerak ke arah konfigurasi multipolar. Perubahan ini diwarnai kompetisi geopolitik, geoekonomi, teknologi, energi, pangan, sumber daya alam, serta perebutan pengaruh di kawasan strategis. "Oleh karena itu, bangsa Indonesia dan umat Islam dituntut membaca perkembangan dunia dengan perspektif jangka panjang," kata Anis.

Anis menekankan bahwa Indonesia memiliki posisi geopolitik yang sangat strategis sebagai negara berpenduduk besar, negara demokrasi, negara kepulauan terbesar, kaya sumber daya alam, berada di jalur perdagangan internasional, serta menjadi rumah bagi penduduk Muslim terbesar di dunia. Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pasar atau penonton, melainkan harus memperkuat kapasitas nasional dan mengarahkan diplomasinya untuk kepentingan nasional serta perdamaian dunia. "Kebangkitan Indonesia membutuhkan masyarakat yang kuat, di mana organisasi Islam seperti Persis dengan jaringan dakwah, pesantren, perguruan tinggi, hingga lembaga ekonominya memiliki modal sosial besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan peradaban," ujarnya.

Merespons paparan tersebut, Ketua Umum PP Persis, Ustaz Jeje Zaenudin, menegaskan bahwa dialog ini memiliki relevansi yang sangat kuat dengan agenda transformasi gerakan Persis. Sebagai gerakan yang lahir dengan tradisi tajdid dan dakwah, Persis harus terus meningkatkan kapasitas gerakannya agar mampu menjawab tantangan zaman.

“Dakwah tidak boleh berhenti pada tabligh, yakni menyampaikan pesan Islam, tetapi perlu bergerak menuju tathbiq, yaitu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata,” tegas Ketua Umum PP Persis, Ustaz Jeje Zaenudin.

Baca Juga:Haji Isam Disebut Siapkan Rp10 Miliar untuk Saham BLTA, Dibantah Jhonlin Group
Berita Lainnya