home wirausaha syariah

Bank Muamalat Dukung Pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 16:08 WIB
Bank Muamalat memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi umat melalui dukungan pembiayaan pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan di Bandung. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi,
LANGIT7.ID-Bandung;

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus meneguhkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air. Kali ini, bank pertama murni syariah di Indonesia itu memberikan dukungan pembiayaan bagi pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan di Bandung, Jawa Barat, yang menjadi pusat kolaborasi, pemberdayaan, dan aktivitas sosial-keumatan.

Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, langkah ini membuktikan peran Bank Muamalat yang tidak sekadar menjalankan fungsi intermediasi keuangan syariah. Sebagai pelopor bank syariah di Indonesia, Bank Muamalat bertekad menjadi mitra strategis bagi lembaga-lembaga yang fokus pada pemberdayaan dan memberikan manfaat luas bagi umat.

“Pemberdayaan ekonomi umat dan nilai-nilai kebaikan dapat terus kita sebarkan untuk kemaslahatan umat. Sebagai bank yang lahir dari umat, kami ingin terus hadir memberikan manfaat, dan turut memberdayakan serta mengembalikan sukses Bank Muamalat kepada umat,” ujar Ricky.

Melalui sinergi strategis dengan berbagai pihak dan lembaga filantropi, Bank Muamalat mengintegrasikan fungsi intermediasi keuangan dengan tanggung jawab sosial keagamaan demi mewujudkan kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, dukungan terhadap pembangunan Gedung Kolabora Kebaikan sebagai fasilitas publik dan sosial, juga sejalan dengan prinsip maqashid syariah yang diterapkan Bank Muamalat. Sebagai tempat berkumpulnya pemangku kepentingan untuk melahirkan gagasan, literasi dan edukasi ekonomi syariah, infrastruktur ini berfungsi sebagai wadah pengembangan akal (Hifzh al-‘Aql).

“Ketika gagasan tersebut bertransformasi menjadi program pemberdayaan sosial, ia akan membantu mengangkat taraf hidup masyarakat, yang secara tidak langsung melindungi jiwa (Hifzh an-Nafs) dari ketimpangan sosial,” imbuh Ricky.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya