TKA Jenjang SMA Dimulai, Mendikdasmen Ingatkan TKA Bukan Penentu Kelulusan
Lusi mahgriefie
Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:39 WIB
TKA Jenjang SMA Dimulai, Mendikdasmen Ingatkan TKA Bukan Penentu Kelulusan
Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA dan sederajat telah dimulai sejak Senin, 26 Oktober 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa TKA bukan penentu kelulusan murid.
Menteri Mu'ti menambahkan bahwa TKA merupakan salah satu instrumen untuk memetakan kemampuan akademik dan menjadi bahan evaluasi pembelajaran.
"Jadi semua sudah terstandar dan hasilnya nanti akan menggambarkan bagaimana kemampuan dari murid-murid kita. Dan ini bukan soal gagal atau berhasil. Karena TKA ini tujuannya adalah untuk memetakan mutu pendidikan," ujar Abdul Mu'ti saat meninjau pelaksanaan TKA di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (26/10), dikutip Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, hasil TKA perlu dipahami sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai akhir dari proses belajar murid. Pelaksanaan TKA pada pertengahan tahun ajaran juga memberi kesempatan bagi murid untuk memperbaiki kemampuan sebelum menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA.
"Setelah kita tahu hasil tesnya seperti apa, kita perbaiki. Karena pelaksanaan pada pertengahan semester, setelah ini anak-anak masih akan belajar satu semester lagi. Masih memiliki waktu belajar untuk memperdalam mereka kurangnya di mana, kemudian yang perlu diperbaiki pada aspek mana saja," tuturnya.
Baca juga:Jadwal Pelaksanaan TKA SMA 2026 Telah Dirilis, Persiapan Matang Bisa Dilakukan Mulai Sekarang
Mengenai soal-soal TKA, Mendikdasmen berujar bahwa semua disusun dengan standar yang memperhatikan validitas dan reliabilitas. Bentuk soal juga dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir murid, termasuk melalui pertanyaan kontekstual yang mendorong penalaran dan tidak semata-mata mengandalkan hafalan atau perhitungan langsung.
Menteri Mu'ti menambahkan bahwa TKA merupakan salah satu instrumen untuk memetakan kemampuan akademik dan menjadi bahan evaluasi pembelajaran.
"Jadi semua sudah terstandar dan hasilnya nanti akan menggambarkan bagaimana kemampuan dari murid-murid kita. Dan ini bukan soal gagal atau berhasil. Karena TKA ini tujuannya adalah untuk memetakan mutu pendidikan," ujar Abdul Mu'ti saat meninjau pelaksanaan TKA di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (26/10), dikutip Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, hasil TKA perlu dipahami sebagai bahan evaluasi, bukan sebagai akhir dari proses belajar murid. Pelaksanaan TKA pada pertengahan tahun ajaran juga memberi kesempatan bagi murid untuk memperbaiki kemampuan sebelum menyelesaikan pendidikan di jenjang SMA.
"Setelah kita tahu hasil tesnya seperti apa, kita perbaiki. Karena pelaksanaan pada pertengahan semester, setelah ini anak-anak masih akan belajar satu semester lagi. Masih memiliki waktu belajar untuk memperdalam mereka kurangnya di mana, kemudian yang perlu diperbaiki pada aspek mana saja," tuturnya.
Baca juga:Jadwal Pelaksanaan TKA SMA 2026 Telah Dirilis, Persiapan Matang Bisa Dilakukan Mulai Sekarang
Mengenai soal-soal TKA, Mendikdasmen berujar bahwa semua disusun dengan standar yang memperhatikan validitas dan reliabilitas. Bentuk soal juga dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir murid, termasuk melalui pertanyaan kontekstual yang mendorong penalaran dan tidak semata-mata mengandalkan hafalan atau perhitungan langsung.