Israel Tutup Masjid Ibrahimi di Hebron untuk Warga Palestina Selama Hari Raya Yahudi
Seruan azan juga dihentikan. Direktur Masjid Ibrahimi, Moataz Abu Sneineh, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa otoritas Israel bermaksud membuka ruang salat dan halaman masjid secara eksklusif bagi warga Israel.
Penutupan yang dimulai pada Jumat sore itu dijadwalkan berlangsung hingga pukul 22.00 waktu setempat pada Sabtu. Kebijakan tersebut bertepatan dengan peringatan keagamaan tahunan Yahudi untuk mengenang Sarah, istri Nabi Ibrahim, yang menurut tradisi diyakini dimakamkan di lokasi tersebut.
Pasukan Israel juga memperketat pos pemeriksaan dan membatasi pergerakan warga di seluruh Kota Tua Hebron, tempat masjid berada. Akibatnya, sejumlah warga Palestina tidak dapat masuk maupun keluar dari rumah mereka.
Kepada The Jerusalem Post, militer Israel mengatakan memperkirakan sekitar 20.000 pengunjung akan mendatangi lokasi tersebut selama perayaan berlangsung. Ratusan personel keamanan dikerahkan untuk mengamankan kegiatan itu.
Kontrol Israel Terus Meluas
Masjid Ibrahimi, yang dikenal oleh umat Yahudi sebagai Gua Para Leluhur, merupakan tempat suci bagi umat Islam dan Yahudi. Kedua agama tersebut menghormati lokasi itu sebagai tempat pemakaman Nabi Ibrahim dan sejumlah anggota keluarganya.